Bisnis.com, JAKARTA — Pabrik kendaraan listrik komersial PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk. (VKTR) diklaim mampu memproduksi hingga 3.000 unit per tahun.
Komisaris Utama VKTR, Anindya Bakrie menyatakan kapasitas produksi pabrik kendaraan listrik mampu dikembangkan hingga 10.000 unit.
“Jadi kami mempunyai kapasitas 3.000 produksi per tahun untuk bus dan truk, dan bisa diekspansi menjadi 10.000,” ujarnya di Magelang, Kamis (9/4/2026).
Dia menilai kapasitas tersebut masih sangat relevan dengan besarnya potensi pasar domestik. Berdasarkan estimasi, jumlah bus di Indonesia mencapai sekitar 280.000 unit, sementara truk mencapai 6,5 juta unit.
Lebih lanjut, Anindya menyoroti potensi penghematan fiskal dari elektrifikasi kendaraan komersial. Menurutnya, jika seluruh bus dan truk beralih ke kendaraan listrik, Indonesia dapat menghemat hingga US$5 miliar per tahun dari subsidi bahan bakar minyak (BBM).
“Kalau seluruh bus dan truk itu terelektrifikasi menjadi kendaraan listrik, ini bisa menghemat sekitar US$5 miliar per tahun dari subsidi BBM,” ujarnya.
Baca Juga
- Pabrik Diresmikan Prabowo, Saham VKTR Melaju Hijau
- Sah! Prabowo Resmikan Pabrik Kendaraan Listrik VKTR di Magelang
- TKDN Ditarget 60%, VKTR Perkuat Posisi Indonesia di Industri EV Komersial
Dia menambahkan, selama ini perhatian publik lebih banyak tertuju pada kendaraan penumpang seperti mobil dan sepeda motor yang jumlahnya mencapai 130 juta hingga 160 juta unit. Namun, kendaraan massal seperti bus dinilai memiliki dampak yang lebih luas.
“Bus ini kendaraan massal yang digunakan oleh banyak pelanggan. Contohnya di Transjakarta, kami punya sekitar 150 unit dan jumlah penumpangnya sudah mencapai 10 juta dalam waktu dua tahun,” jelasnya.
Menurutnya, pengembangan bus listrik tidak hanya memberikan efisiensi biaya operasional, tetapi juga berkontribusi terhadap upaya dekarbonisasi dan pengurangan emisi di sektor transportasi.





