Netanyahu: Iran Jeda Perang dalam Kondisi Babak Belur, Israel Semakin Kuat

viva.co.id
16 jam lalu
Cover Berita

VIVA – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa Israel tetap siap untuk menghadapi Iran kapan pun, meskipun gencatan senjata telah tercapai antara Teheran dan Washington.

Dalam pidato yang disiarkan televisi, Netanyahu merespons kritik dari para pemimpin oposisi yang menegurnya karena menyetujui gencatan senjata sebelum Israel mencapai tujuannya dalam perang.

Baca Juga :
Biaya Energi Naik, Negara Tetangga RI Ini Guyur Bantuan Tunai hingga Berikan Diskon Pajak 50 Persen
Trump Ultimatum Iran: Patuhi Gencatan Senjata atau Hadapi Serangan Lebih Besar!

"Izinkan saya memperjelas: Kami masih memiliki tujuan yang harus diselesaikan dan kami akan mencapainya, baik melalui kesepakatan atau melalui pertempuran yang diperbarui," kata Netanyahu dalam pernyataan yang disiarkan televisi dilansir Euronews, Kamis, 9 April 2026.

"Kami siap untuk kembali berperang kapan pun diperlukan. Jari kami tetap berada di pelatuk. Ini bukan akhir dari kampanye, tetapi langkah menuju pencapaian semua tujuan kami."

"Iran memasuki jeda ini dalam keadaan babak belur, lebih lemah dari sebelumnya."

Netanyahu mengatakan kesepakatan gencatan senjata Iran dan AS sepenuhnya dalam koordinasi Israel, menepis tuduhan  kecewa karena tidak dilibatkan dalam negosiasi tersebut.  

"Seperti yang Anda ketahui, tadi malam gencatan senjata sementara selama dua minggu antara Amerika Serikat dan Iran mulai berlaku, sepenuhnya berkoordinasi dengan Israel," kata Netanyahu  "Tidak, kami tidak terkejut pada saat-saat terakhir," 

Tokoh oposisi utama Israel, Yair Lapid, menyebut gencatan senjata itu sebagai "bencana diplomatik" bagi Israel, dan mengatakan Netanyahu telah gagal mencapai tujuan negara tersebut.

Netanyahu menegaskan bahwa Israel dan Amerika Serikat telah "merusak fondasi" rezim Iran selama lebih dari enam minggu perang, dan Israel telah mencapai tujuan penting di Iran dan akan pergi "lebih kuat dari sebelumnya."  

"Pada saat Iran lebih lemah dari sebelumnya, Israel lebih kuat dari sebelumnya," ujar Netanyahu 

"Kami telah membuat rezim teror di Iran mundur bertahun-tahun. Kami telah mengguncang fondasinya. Kami telah menghancurkannya."

Netanyahu telah menetapkan penghapusan atau setidaknya degradasi parah program nuklir Iran sebagai tujuan utama perang, menggambarkannya sebagai "ancaman eksistensial" bagi Israel.

Ia juga menyerukan untuk menurunkan kemampuan rudal balistik Iran, melemahkan atau berpotensi menggulingkan rezim Iran, dan mengekang pengaruh regional Teheran dengan menargetkan jaringan kelompok sekutunya.

Baca Juga :
Trump Siagakan Militer AS di Sekitar Iran, Langsung Bombardir Jika Kesepakatan Gagal
Kapal-Kapal Kembali Terjebak di Selat Hormuz Sejak Kamis Pagi
Gencatan Senjata Iran Tak Mempan, Harga Minyak Masih Tembus Rp2,1 Juta per Barel

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Polling: Kamu Tim Makan di Restoran Berlogo Halal atau Cukup No Pork No Lard?
• 14 jam lalukumparan.com
thumb
Timnas putri Hungaria unggulan utama dalam Kualifikasi Piala Dunia 3x3
• 6 jam laluantaranews.com
thumb
Resep Minuman Chia Seed Ala Zaidul Akbar untuk Sehatkan Pencernaan dan Fungsi Otak
• 2 jam laluviva.co.id
thumb
Fakta-fakta Pengadaan Motor Listrik BGN: Klaim Harga di Bawah Pasar, 2026 Tak Dianggarkan Lagi
• 22 jam lalukompas.com
thumb
Hector Souto Pantang Anggap Remeh Vietnam sebagai Lawan Timnas Indonesia di Piala AFF Futsal 2026
• 13 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.