OCBC Tebar Dividen Rp 1,03 Triliun, Laba Bersih Tembus Rp 5,1 Triliun di 2025

republika.co.id
15 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — PT Bank OCBC NISP Tbk (OCBC) memutuskan untuk membagikan dividen tunai sebesar Rp 1,03 triliun kepada para pemegang saham. Keputusan ini diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang digelar di OCBC Tower, Jakarta, Kamis (9/4/2026).

Nilai dividen tersebut setara dengan Rp 45 per saham atau mencerminkan dividend payout ratio sebesar 20,42 persen dari total laba bersih konsolidasian perseroan tahun 2025 yang mencapai Rp 5,1 triliun. Laba bersih tercatat tumbuh 4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Presiden Direktur OCBC, Parwati Surjaudaja, menyatakan bahwa capaian ini merupakan hasil dari pertumbuhan yang berkualitas dengan fundamental permodalan yang kuat. "Di tengah dinamika global yang menantang, Bank telah menjaga keseimbangan antara ekspansi kredit yang selektif serta pengelolaan risiko yang baik," ujar Parwati.

Menambahkan hal tersebut, Direktur OCBC Hartati menjelaskan bahwa fundamental bank yang kokoh juga tercermin dari rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) yang berada di level 24,5 persen pada akhir tahun 2025.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

"Pertumbuhan laba bersih yang berkelanjutan ini juga diikuti dengan kualitas aset yang terjaga baik. Rasio NPL gross kami berada di angka 1,9 persen, yang mana masih di bawah rata-rata industri," jelas Hartati.

Hingga 31 Desember 2025, total aset OCBC tercatat melonjak 10 persen menjadi Rp 308,1 triliun. Pertumbuhan ini didorong oleh kenaikan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 18 persen hingga mencapai Rp 243,5 triliun. RUPST juga menyetujui langkah strategis perseroan untuk menjadi Perusahaan Induk Konglomerasi Keuangan guna memperkuat sinergi bisnis dan efisiensi modal grup.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
PKL di Trotoar Jalan Raya Bogor Ditertibkan, Dinilai Picu Kemacetan
• 13 jam lalukompas.com
thumb
Pramono Ungkap Kasus Manipulasi AI di Kalisari Ternyata Bukan yang Pertama
• 12 jam laluokezone.com
thumb
Hashim Ungkap Isu Kudeta, PDIP Pertanyakan Kendali Prabowo
• 12 jam laluharianfajar
thumb
Purbaya Kritik Proyeksi Ekonomi Bank Dunia: Mereka Melakukan Dosa Besar ke Kita
• 16 jam lalukatadata.co.id
thumb
Usut Kasus Korupsi Proyek 2023-2024, Kejati DKI Jakarta Geledah Gedung Ditjen SDA dan Cipta Karya
• 10 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.