Kisah Pengidap Dwarfisme di Kudus Lawan Stigma, Kini Jadi Konten Kreator Sukses

kumparan.com
14 jam lalu
Cover Berita

Sentimen negatif sering dirasakan keluarga pengidap dwarfisme di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Namun, stigma negatif itu mampu dijawab Ely Ernawati bersama keluarganya lewat konten positif. Hasilnya, cuan terus berdatangan hingga diundang ke sebuah acara di stasiun televisi nasional.

Ely Ernawati merupakan pengidap dwarfisme. Dwarfisme adalah kelainan pertumbuhan yang menyebabkan tinggi badan penderitanya jauh di bawah rata-rata. Singkatnya, pertumbuhan tubuh tidak normal sehingga penderitanya berukuran pendek.

Perempuan 31 tahun itu berdomisili di Desa Sidorekso, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Tinggi tubuhnya hanya 80 sentimeter.

Ia merupakan empat bersaudara. Ely merupakan anak pertama. Ia memiliki tiga orang adik. Dua di antaranya mengalami dwarfisme. Sedangkan satu terlahir normal. Sementara kedua orang tua Ely terlahir normal.

"Saya nomor satu. Adik saya nomor dua terlahir normal. Sedangkan adik saya nomor tiga dan empat terlahir seperti saya, mengalami dwarfisme dengan tinggi tubuh tidak sampai satu meter," katanya saat ditemui kumparan, Kamis (9/4).

Kondisi Ely ini sudah dialami sejak lahir. Ia tidak bisa memiliki tinggi tubuh yang normal layaknya orang seusianya. Dia baru sadar sejak duduk di bangku TK. Merasa berbeda dengan orang pada umumnya membuatnya hanya bisa legawa atau menerima keadaan.

"Saya tidak pernah periksa ke dokter. Tidak pernah ada keluhan pada tubuh saya. Intinya saya menerima takdir Allah SWT," terangnya.

Akui Pernah Minder di Sekolah

Rasa minder pernah dirasakan selama duduk di bangku sekolah. Bahkan tak banyak yang mau berteman dengannya.

Terkadang ia kesulitan mengambil sesuatu yang letaknya terlalu tinggi. Membawa beban yang berat juga menyulitkannya. Setiap hendak berpergian ke luar rumah, ia harus diantar adiknya yang nomor dua, Erwin Raharjo.

Belum lagi omongan orang sekitar yang sering meremehkannya. Mulai dari anggapan kerdil, pendek, dan ujaran negatif lainnya sering didapatnya.

Tubuhnya mungkin pendek, namun semangat Ely begitu tinggi. Keterbatasan pada dirinya dijadikan motivasi untuk tetap berkarya.

Sukses Jadi Konten Kreator-Bisa Beli Tanah

Melalui akun TikTok @Elynawa21, ia membuat berbagai konten sejak 2023.

Di tahun itu, seseorang dermawan memberikan ponsel untuknya guna membuat konten. Kontennya berisi kegiatannya sehari-hari atau yang disebutnya "A Day in My Life".

"Bikin kontennya dimulai dari yang mudah, berisi kegiatan sehari-hari seperti menyapu, memasak dan hal lainnya. Sekarang isi kontennya merambah ke komedi dan seru-seruan," ujarnya.

Selain memiliki akun TikTok, Ely memiliki kanal media sosial lainnya yang diisi konten serupa. Ia memiliki akun Facebook ernawati ely, akun Instagram @ ely_elg, dan akun YouTube ely ernawati yang kini sudah monetisasi atau menghasilkan uang.

Dari hasil ngonten di semua media sosial, ia mampu membeli tanah, merenovasi rumah, dan menabung. Konsistensi dalam membuat konten terus dijalaninya hingga kini.

Ia menghabiskan waktu satu sampai 1,5 jam untuk menyelesaikan kontennya itu. Durasi kontennya tidak panjang, hanya berkisar dua menit. Terkadang, ia dibantu membuat konten adiknya yang paling bungsu. Keduanya tampil sebagai talent.

Diundang TV Swasta

Kegigihannya itu berujung manis. Dia diundang ke beberapa podcast. Selain itu, Ely bersama adiknya yang bungsu, Siti Khuswatun Khasanah pernah diundang ke acara Brownis Trans TV pada awal 2025.

Kemudian, adiknya yang nomor tiga, Abdul Rizal Sugiharto juga diundang di acara yang sama pada Desember 2025 silam.

"Pihak Brownis menghubungi saya untuk datang sebagai tamu acara. Selama siaran ya ngobrolin soal konten-konten yang saya buat," ungkapnya.

Membuat konten bakal terus dilakukannya. Ia percaya semua manusia memiliki kesempatan yang sama untuk berkarya. Dia membuktikan keterbatasan dapat dilewati bagi yang mau berusaha.

"Ke depannya tetap berkarya bikin konten. Terlebih sudah hobi dan selama ini menghasilkan," imbuhnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Terbukti Terima Suap dari Pihak Sungai Budi Grup, Dirut Inhutani V Dihukum 4 Tahun Penjara
• 15 jam lalujpnn.com
thumb
Doni Salmanan Bebas Bersyarat dari Lapas Jelekong sejak 6 April 2026
• 13 jam laluokezone.com
thumb
Saling Lapor, Kasus Shella Saukia dan Doktif Sama-sama Naik Sidik
• 16 jam lalugrid.id
thumb
Kredit Perumahan Tersendat, Perindo Bali Desak Evaluasi Kebijakan Perbankan
• 19 jam lalurctiplus.com
thumb
Bank OCBC (NISP) Respons Dorongan OJK, Akui Tak Mudah Naik Kelas ke KBMI 4
• 11 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.