WAKIL Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan selisih kenaikan biaya pesawat untuk ibadah haji 1447H/2026M bisa mencapai Rp1,7 triliun.
"Sementara ini, pokoknya kita bersiap sekitar hampir Rp1 triliun lebih, Rp1,7 triliun. Tapi jumlah pastinya itu kita akan hitung ulang," kata Dahnil di Jakarta, Kamis (9/4).
Meski begitu Kemenhaj akan menghitung ulang dan memastikan jumlah pasti selisih kenaikan biaya penerbangan untuk haji tersebut.
"Nanti kita hitung ulang karena
ada fluktuasi harga kan. Jadi misalnya kemarin kan avtur itu turun, itu nanti kita sesuaikan," ungkapnya.
Diketahui meningkatnya tensi geopolitik global khususnya konflik antara Iran dan Amerika Serikat yang turut melibatkan Israel, mulai berdampak pada penyelenggaraan ibadah haji tahun ini.
Kenaikan harga avtur hingga penyesuaian rute penerbangan menjadi faktor utama yang berpotensi mendorong pembengkakan biaya haji.
Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan tidak menaikan biaya haji 2026 meskipun salah satu komponen yakni avtur untuk bahan bakar pesawat naik. Pemerintah menyebut tak ingin memberatkan jemaah haji di tengah lonjakan harga minyak mentah dunia. (Iam/I-1)





