usmile Indonesia mencatatkan rekor pertumbuhan bisnis pada kuartal pertama hingga awal kuartal kedua tahun 2026. Pencapaian ini didorong tingginya antusiasme masyarakat berbelanja selama periode Ramadan hingga Idulfitri serta kampanye belanja daring double date 4.4.
Selama kampanye Ramadan, usmile Indonesia membukukan peningkatan Gross Merchandise Value (GMV) sebesar 182% di platform e-commerce. Selain itu, rata-rata pesanan harian (average daily order) melonjak hingga 228% dibandingkan periode sebelum Ramadan.
Momentum pertumbuhan tersebut berlanjut pada kampanye belanja 4.4. Jika dibandingkan dengan kampanye 3.3, GMV usmile pada periode 4.4 tercatat meningkat sebesar 47%.
Lonjakan penjualan tersebut turut mendorong usmile Indonesia menempati posisi pertama untuk kategori brand oral care premium dengan harga di atas Rp40.000 di TikTok Shop pada minggu pertama sejak periode Ramadan 2026 hingga awal April.
Menariknya, capaian ini berhasil diraih usmile dalam waktu kurang dari enam bulan sejak perusahaan pertama kali meluncurkan produk pasta gigi di Indonesia pada Desember 2025.
Michelle, Country Manager usmile Indonesia & Malaysia, mengatakan keberhasilan ini didukung pengalaman perusahaan yang telah melayani pengguna di lebih dari 30 negara serta komitmen pada riset dan inovasi yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar lokal.
“Berbekal pengalaman melayani pengguna di lebih dari 30 negara serta komitmen pada riset dan inovasi yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar lokal, kami meyakini hal tersebut menjadi kunci keberhasilan usmile,” ujar Michelle.
Baca Juga: 43% Masyarakat Alokasikan THR untuk Perawatan Diri, usmile Hadirkan Layanan Kesehatan Gigi Gratis di Tangerang Selatan
Keberhasilan usmile dalam mendominasi keranjang belanja konsumen juga tidak lepas dari performa dua produk unggulannya, yakni usmile Fresh White dan usmile Repair White, yang menjadi kontributor utama dalam lonjakan penjualan.
Selain itu, penetrasi pasar usmile juga didukung strategi komunikasi yang mengandalkan konsep Parasocial Interaction, yaitu pendekatan yang memungkinkan audiens membangun kedekatan emosional dengan figur publik atau kreator konten yang mereka ikuti. Strategi ini dinilai efektif dalam memperkuat kepercayaan konsumen terhadap produk yang dipromosikan.





