Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meluruskan wacana terkait pemindahan institusi pendidikan Institut Kesenian Jakarta (IKJ) ke kawasan Kota Tua.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan bahwa pihaknya tidak memiliki rencana untuk merelokasi kampus tersebut secara keseluruhan, melainkan hanya menyediakan ruang bagi para seniman.
"Jadi saya ingin meluruskan, IKJ ataupun seniman-seniman akan kami berikan ruang untuk berekspresi seluas-luasnya di Kota Tua. Bahwa nanti akan ada gedung yang kami persiapkan untuk IKJ, iya. Tetapi setelah kami kaji, bukan berarti kami akan memindahkan IKJ ke sana," kata Pramono di Balairung, Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (9/4).
Langkah ini diambil setelah melalui kajian mendalam, di mana pemindahan kampus secara total dinilai dapat mengubah fokus pengembangan kawasan bersejarah tersebut.
"Sebab, jika memindahkan IKJ, nantinya malah menggeser tujuan utama Kota Tua sebagai destinasi wisata dan kawasan pelestarian budaya," imbuhnya.
Pramono menjelaskan bahwa target besar pemerintah adalah membangun identitas wilayah tersebut agar memiliki daya tarik internasional, namun tetap menjaga nilai cagar budayanya.
"Kota Tua ini sebenarnya seperti Amsterdam di Belanda, karena memiliki karakter yang serupa," pungkas Pramono.





