Momentum Penguatan Industri Baja Nasional di Tengah Gejolak Selat Hormuz

mediaapakabar.com
7 jam lalu
Cover Berita

Mediaapakabar.com - Gejolak geopolitik di kawasan Teluk, khususnya gangguan di Selat Hormuz, menjadi momentum untuk memperkuat ketahanan dan daya saing industri baja nasional. Disrupsi jalur logistik global tidak hanya meningkatkan biaya energi dan distribusi, tetapi juga memicu perubahan arus perdagangan baja dunia.

Perkuat Ketahanan dan Respons Kebijakan 

Merespons kondisi tersebut, PT Krakatau Steel (Persero) Tbk/Krakatau Steel Group (KRAS) terus memperkuat strategi melalui diversifikasi sumber pasokan, peningkatan efisiensi, serta penguatan rantai pasok yang lebih adaptif.

Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Dr. Akbar Djohan,  yang juga menjabat sebagai Chairman Indonesia Iron & Steel Industry Association (IISIA) dan Chairman Asosiasi Logistik & Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA) menegaskan bahwa momentum ini harus dimanfaatkan untuk memperkuat fundamental industri.

“Situasi ini menjadi momentum untuk meningkatkan ketahanan industri baja nasional melalui efisiensi, keandalan pasokan, dan daya saing yang berkelanjutan agar arah Asta Cita Bapak Presiden Prabowo tetap terjaga,” ujar Dr. Akbar Djohan.

Krakatau Steel juga mendorong dukungan kebijakan yang responsif, penguatan pengawasan perdagangan guna menjaga keseimbangan antara kelancaran pasokan dan perlindungan pasar domestik.

Tekanan Ganda Industri Nasional

Pengamat Industri Baja dan Pertambangan dari Steel & Mining Insights, Widodo Setiadharmaji, menyebut gangguan tersebut telah berkembang dari hambatan logistik menjadi disrupsi sistemik yang memengaruhi distribusi bahan baku dan produk baja secara global.

Menurutnya, industri baja nasional kini menghadapi tekanan simultan. Di satu sisi, pasokan bahan baku semi-finished seperti slab dan billet berisiko terganggu akibat hambatan distribusi dari kawasan Timur Tengah.

Di sisi lain, pergeseran arus perdagangan global berpotensi meningkatkan masuknya produk baja impor ke pasar domestik dengan harga kompetitif, sehingga menekan harga dan pangsa pasar produsen dalam negeri.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Peran Fuad Hasan Disorot KPK, Kunci Ungkap Skandal Kuota Haji 2023-2024
• 8 jam lalujpnn.com
thumb
Tiga Karyawan Toko Grosir di Pesisir Selatan Ditangkap Usai Curi Ratusan Bungkus Rokok
• 9 jam lalutvrinews.com
thumb
Antara Viral dan Valid: Masihkah Kebenaran Ilmiah Jadi Prioritas?
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Novel Bamukmin Ungkap Pandji Minta Maaf secara Tertutup Terkait Materi Mens Rea
• 11 jam laluokezone.com
thumb
Awas! PSM Makassar Sedang Terluka, PSIM Yogyakarta Wajib Siaga Hadapi Ledakan Juku Eja
• 20 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.