Bisnis.com, JAKARTA - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyebut bahwa pemerintah telah mengamankan komitmen pasokan LPG dari Jepang.
Kepala SKK Migas Djoko Siswanto mengatakan bahwa pasokan dari Negeri Sakura itu akan berasal dari produksi perusahaan migas Jepang, Inpex di Australia.
"Kami mendampingi Menteri ketemu dubes Jepang. Jepang berkomitmen untuk menambah suplai LPG kita yang diproduksi Inpex di Australia," kata Djoko dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi XII DPR RI yang disiarkan secara daring, dikutip Kamis (9/4/2026).
Namun, Djoko tak menjabarkan lebih jauh berapa volume yang didapatkan dari Inpex.
Adapun, pemerintah telah mengambil sejumlah langkah strategis dalam mengamankan pasokan LPG di tengah gangguan pasokan dari Timur Tengah. Pemerintah getol mencari sumber-sumber impor LPG alternatif di luar Timur Tengah, seperti Asia dan Asean.
Selain itu, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) juga meminta kilang LPG swasta untuk memprioritaskan penawaran penjualan produknya kepada PT Pertamina Patra Niaga.
Baca Juga
- ESDM Minta Kilang Swasta Prioritaskan Penjualan LPG ke Pertamina
- Bahlil: Masa Sulit Pasokan LPG Berakhir, Stok Aman Kini di Atas 10 Hari
- Mewaspadai Bom Waktu Ketergantungan Impor LPG
Sekretaris Ditjen Migas Kementerian ESDM Muhammad Rizwi Jilanisaf Hisjam menekankan pemenuhan kebutuhan LPG 3 kg masyarakat saat ini menjadi prioritas pemerintah di tengah gangguan pasokan energi dari Timur Tengah.
"Kami instruksikan kilang LPG swasta agar prioritaskan penawaran ke Pertamina Patra Niaga. Tadinya produksinya dijual ke industri, tapi kami memberi usulan ke LPG swasta prioritas diberikan penawaran pertama ke Pertamina Patra Niaga," ujar Rizwi dalam kesempatan yang sama.
Strategi lain untuk mengamankan pasokan LPG adalah dengan mengoptimalisasi kilang-kilang dalam negeri untuk produksi BBM dan LPG. Rizwi mencontohkan, RDMP Balikpapan akan dioptimalkan untuk memproduksi LPG alih-alih propylene yang memiliki nilai jual lebih tinggi.
"RDMP Balikpapan yang menghasilkan propylene di mana produknya sebenarnya harganya lebih tinggi, produk ini dikurangi produksinya dan bahan baku nafta digeser untuk memperkaya produk LPG," jelasnya.





