Penulis: Nirmala Hanifah
TVRINews, Jakarta
Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan (Ditjen Risbang) melalui Direktorat Bina Talenta Penelitian dan Pengembangan terus berupaya memperkuat kapasitas talenta riset nasional. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menghadirkan ruang pembelajaran yang inklusif dan adaptif melalui webinar bertajuk Kiat Sukses Meniti Karier sebagai Peneliti Muda yang digelar secara daring.
Tak hanya itu, kegiatan tersebut menjadi bagian awal dari rangkaian program pengembangan talenta riset yang dirancang untuk menjawab kebutuhan dosen dan mahasiswa pascasarjana dalam menghadapi persaingan dunia penelitian yang semakin ketat.
Pemanfaatan platform digital ini, juga memungkinkan jangkauan peserta yang lebih luas, melibatkan berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia.
Direktur Bina Talenta Penelitian dan Pengembangan, Heri Kuswanto, menyampaikan bahwa webinar ini merupakan langkah strategis dalam memperluas akses pembinaan talenta riset.
“Program webinar ini kami rancang sebagai solusi untuk menjangkau lebih banyak dosen dan talenta muda di seluruh Indonesia, sehingga semakin banyak yang dapat berkontribusi dalam bidang penelitian dan pengembangan,” ujarnya kutip Kamis, 9 April 2026
Melalui kegiatan ini, para dosen dan mahasiswa pascasarjana diharapkan memperoleh wawasan yang tidak hanya teoritis, tetapi juga praktis dan inspiratif. Materi yang disampaikan mencakup cara memulai penelitian, meningkatkan kemampuan penulisan ilmiah, hingga membangun jejaring akademik yang solid.
Sebagai narasumber utama, webinar ini menghadirkan Dr. Maria Apriliani Gani, dosen muda berprestasi dari Institut Teknologi Bandung. Di mana, ia menegaskan bahwa fondasi karier peneliti sudah mulai dibentuk sejak masa pascasarjana.
Tidak hanya kemampuan teknis, tetapi juga keterampilan berpikir kritis, analisis data, dan penulisan ilmiah menjadi aspek penting yang harus dikuasai.
Ia juga menyoroti pentingnya peran mentor serta lingkungan akademik dalam membentuk karakter dan kapasitas peneliti muda, termasuk dalam menjaga integritas serta etika ilmiah.
Menurutnya, pengembangan karier peneliti perlu dilakukan secara bertahap, dimulai dari mengikuti hibah penelitian skala kecil, aktif dalam forum ilmiah, hingga memperluas kolaborasi di tingkat nasional dan internasional.
“Kunci menjadi peneliti adalah konsistensi dan keberanian untuk memulai. Tidak harus langsung besar, yang penting dimulai dan dijalankan secara berkelanjutan,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa kualitas riset harus menjadi prioritas utama, sejalan dengan upaya meningkatkan publikasi ilmiah yang berdampak.
Konsistensi, keberanian memulai, serta kemampuan membangun jejaring kolaborasi menjadi faktor penting bagi peneliti muda untuk berkembang dan menghasilkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.
Webinar yang diikuti lebih dari 500 peserta ini menunjukkan tingginya antusiasme akademisi terhadap pengembangan kapasitas riset.
Editor: Redaksi TVRINews





