Washington: Seorang anggota parlemen Amerika Serikat (AS) Yassamin Ansari pada Rabu, 8 April 2026 mendesak pemerintahan Presiden Donald Trump untuk memperluas cakupan gencatan senjata di Timur Tengah dengan memasukkan Lebanon.
Ia memperingatkan bahwa kekerasan yang terus berlangsung di negara tersebut berpotensi memperparah konflik dan meningkatkan dampak kemanusiaan.
“Lebanon harus dimasukkan dalam gencatan senjata yang rapuh ini,” tulis Ansari melalui platform X, seperti dikutip Anadolu, Kamis, 9 April 2026.
Pernyataan tersebut disampaikan tak lama setelah serangan Israel di Lebanon dilaporkan menewaskan lebih dari 250 orang.
“Pengeboman yang mengerikan dan pembunuhan ratusan warga sipil di Beirut dan wilayah lainnya oleh Netanyahu harus segera dihentikan,” ujar Ansari, merujuk pada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
Ia juga mendesak Presiden Donald Trump dan Wakil Presiden JD Vance untuk menggunakan pengaruh mereka guna menghentikan kekerasan.
Sebelumnya, AS dan Iran mengumumkan gencatan senjata selama dua pekan pada Selasa, yang ditujukan sebagai langkah awal menuju kesepakatan akhir untuk mengakhiri perang yang dimulai Washington dan Tel Aviv terhadap Teheran pada 28 Februari. Konflik tersebut telah menewaskan dan melukai ribuan orang.
Meskipun Pakistan sebagai mediator utama menyatakan bahwa gencatan senjata tersebut mencakup Lebanon, baik Amerika Serikat maupun Israel menegaskan bahwa wilayah tersebut tidak termasuk dalam kesepakatan.




