Penulis: Feriansyah Farrelda Satria
TVRINews, Leicester
Situasi sulit tengah dihadapi Leicester City, hal ini karena pupusnya tim tersebut lepas dari sanksi. Di mana, banding atas pengurangan poin tidak dikabulkan, membuat posisi klub semakin terancam di klasemen Championship.
Kutip melalui laman akun beIN Sports menyebutkan, bahwa dewan banding independen memutuskan untuk mempertahankan pengurangan enam poin. Selain itu, sanksi tersebut dijatuhkan karena pelanggaran aturan profitabilitas dan keberlanjutan (PSR) Premier League untuk periode hingga musim 2023/2024.
Dalam hasil pemeriksaan, Leicester tercatat mengalami kelebihan kerugian hampir £21 juta atau setara sekitar Rp424 miliar. Temuan ini mempertegas tekanan finansial yang selama ini membayangi klub.
Sepanjang 2021 hingga 2024, kerugian Leicester bahkan melampaui £200 juta. Kondisi tersebut kini berdampak langsung pada performa tim yang terus menurun di kompetisi.
Leicester Juara Premier League 2015/2016 (Sumber: BBC Sport)
Perjalanan Leicester saat ini, jauh dari bayangan kejayaan ketika mereka menjuarai Premier League musim 2015/2016. Kini, mereka harus berjuang keluar dari zona merah Championship.
Dengan hanya lima pertandingan tersisa, peluang untuk bertahan masih ada, namun sangat tipis. Leicester masih terpaut satu poin dari batas aman, sementara performa tim belum menunjukkan perbaikan signifikan setelah hanya meraih satu kemenangan dalam 12 laga terakhir.
Menanggapi hal tersebut, klub pun mengatakan jika saat ini klub sepenuhnya fokus pada laga-laga yang akan datang.
“Dengan berakhirnya masalah ini dan sisa lima pertandingan musim ini, semua orang di klub sepenuhnya fokus pada laga-laga di depan kami. Tanggung jawab kami sekarang adalah memastikan sisa pertandingan ini dihadapi dengan fokus dan niat yang sesuai dengan tuntutan situasi saat ini,” tulis pernyataan resmi klub.
Leicester City kalah 0-3 atas Newcastle (Sumber: BBC Sport)
Kondisi ini menjadi ironi bagi klub yang juga pernah menjuarai FA Cup pada 2021. Setelah turun dari Premier League musim lalu, kini ancaman degradasi kembali menghantui.
Jika gagal mengamankan hasil di sisa musim, Leicester City berpotensi turun ke League One untuk pertama kalinya sejak 2008 sebuah kemunduran tajam bagi klub yang pernah mencatat sejarah besar di sepak bola Inggris.
Editor: Redaksi TVRINews





