Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan gencatan senjata Paskah Ortodox selama sehari. Hal ini memberi kesempatan bagi tentara Ukraina dan Rusia, untuk sejenak menghentikan pertempuran di garis depan dan merayakan Paskah sesuai kalender liturgis Katolik Ortodoks.
"Gencatan senjata dimulai pada Jumat (10/4) pukul 16.00 (waktu setempat) sampai akhir Sabtu 12 April 2026. Bertepatan dengan pesta Paskah Ortodox," kata Kremlin, dilansir AFP, Jumat (10/4).
Untuk itu, Putin telah memerintahkan staf umum militernya menghentikan segala bentuk operasi militer pada periode itu.
"Staf Umum telah diberitahu untuk menghentikan operasi tempur di semua wilayah pada periode ini. Kita juga diharap melawan semua provokasi dari musuh," ucapnya.
"Kami berpendapat, Ukraina juga mengikuti langkah yang diambil Federasi Rusia," ucapnya.
Sebagai catatan, agama Katolik Ortodoks adalah agama mayoritas di Rusia dan Ukraina. Katolik Ortodoks masih menggunakan penanggalan Julian, sehingga perayaan paskah mereka mundur beberapa hari daripada perayaan paskah Katolik Roma atau Kristen secara global.





