Bisnis.com, JAKARTA — PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk. (SIDO) memutuskan untuk membagikan dividen tunai sebesar Rp1,08 triliun dari laba bersih tahun buku 2025.
Keputusan tersebut disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada Kamis (9/4/2026) di pabrik perseroan di Semarang. Total dividen yang dibagikan setara Rp37 per saham, dengan rasio pembayaran (dividend payout ratio) mencapai 88,6% dari laba bersih 2025.
Manajemen merinci, sebagian dividen tersebut telah lebih dulu dibagikan sebagai dividen interim sebesar Rp22 per saham atau senilai Rp647,57 miliar pada November 2025. Dengan demikian, sisa dividen yang akan dibagikan kepada pemegang saham mencapai Rp15 per saham atau total Rp441,53 miliar.
Adapun jadwal pembagian dividen tunai tersebut adalah sebagai berikut:
- Cum dividen di pasar reguler dan negosiasi: 17 April 2026
- Ex dividen di pasar reguler dan negosiasi: 20 April 2026
- Cum dividen di pasar tunai: 21 April 2026
- Ex dividen di pasar tunai: 22 April 2026
- Recording date: 21 April 2026
- Pembayaran dividen: 7 Mei 2026
Pembagian dividen dengan rasio tinggi ini mencerminkan komitmen perseroan dalam memberikan nilai tambah kepada pemegang saham, sekaligus menunjukkan kuatnya arus kas dan profitabilitas perusahaan sepanjang 2025.
Sebagai informasi, Sido Muncul dikenal konsisten membagikan dividen dengan payout ratio besar dalam beberapa tahun terakhir, seiring dengan kinerja bisnis yang stabil di segmen herbal dan farmasi.
Baca Juga
- Irwan Hidayat Turun Gunung Kawal Transisi Sido Muncul (SIDO) Generasi ke-4
- Cetak Laba Bersih Rp1,23 Triliun pada 2025, SIDO Ungkap Faktor Pendorongnya
- Sido Muncul (SIDO) Cetak Laba Bersih Rp1,22 Triliun pada 2025, Naik dari 2024
Berdasarkan laporan keuangannya, SIDO mencetak penjualan sebesar Rp4,07 triliun pada tahun 2025. Penjualan ini meningkat 4,10% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp3,91 triliun.
Laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk SIDO juga naik menjadi Rp1,23 triliun pada 2025. Laba bersih ini naik 4,97% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp1,17 triliun.
Laba per saham dasar SIDO juga ikut meningkat dari Rp39,03 pada 2024, menjadi Rp41,36 per saham pada 2025.
Manajemen SIDO menyampaikan hasil kinerja keuangan tahun buku 2025 mencerminkan pertumbuhan yang resilien, eksekusi yang disiplin, serta efisiensi modal yang berkelanjutan di tengah kondisi ekonomi yang masih dalam fase normalisasi.
Pertumbuhan pendapatan sebesar 4% pada 2025 didukung permintaan domestik yang tetap stabil dan pertumbuhan ekspor sebesar 31%. SIDO mencatat tingkat margin bruto bertahan di level 58%.
“Laba usaha meningkat 5% menjadi Rp1,54 triliun, sementara laba bersih naik 5% menjadi Rp1,23 triliun, dengan margin usaha 38% dan margin bersih 30%,” papar manajemen SIDO dalam keterangan resmi, dikutip Senin (2/3/2026).
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.





