Pantau - Presiden Amerika Serikat Donald Trump meminta Iran menghentikan pungutan terhadap kapal tanker yang melintasi Selat Hormuz di tengah kesepakatan gencatan senjata bilateral kedua negara.
Permintaan tersebut disampaikan Trump berdasarkan laporan bahwa Iran mengenakan biaya terhadap kapal-kapal tanker yang melintas di jalur strategis tersebut.
Ia mengungkapkan, "Ada laporan bahwa Iran mengenakan biaya kepada kapal-kapal tanker yang melintasi Selat Hormuz. Sebaiknya mereka tidak melakukan itu dan, jika mereka melakukannya, sebaiknya hentikan sekarang!"
Sebelumnya, Trump menyatakan telah menyepakati gencatan senjata bilateral selama dua pekan dengan Iran.
Dalam kesepakatan tersebut, Iran juga disebut sepakat untuk membuka kembali Selat Hormuz sebagai jalur penting perdagangan global.
Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran menyatakan bahwa pembicaraan dengan Amerika Serikat akan segera dimulai.
Perundingan tersebut direncanakan berlangsung di Islamabad sebagai lokasi netral bagi kedua negara.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya meredakan ketegangan yang sempat meningkat antara Washington dan Teheran.
Trump menegaskan bahwa penghentian serangan Israel di Lebanon tidak termasuk dalam kesepakatan dengan Iran.
Hal tersebut dikaitkan dengan keterlibatan kelompok Hizbullah dalam konflik di kawasan.
Di sisi lain, Iran menilai serangan Israel ke Lebanon sebagai pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata dengan Amerika Serikat.
Situasi ini menunjukkan bahwa meskipun telah ada upaya gencatan senjata dan negosiasi antara Iran dan Amerika Serikat, ketegangan di kawasan Timur Tengah masih berlangsung dan melibatkan berbagai pihak.




