JAKARTA, KOMPAS.com - Di tengah langit mendung dan genangan berwarna kehijauan yang menutupi deretan nisan, tawa anak-anak pecah di sudut Tempat Pemakaman Umum (TPU) Semper, Cilincing, Jakarta Utara.
Tanpa pelampung, tanpa rasa takut, mereka melompat dan berenang di atas kuburan yang terendam banjir.
Teriak kegembiraan dari anak-anak seolah mengubah ruang duka yang kondisinya kian memperihatinkan itu seolah menjadi arena bermain seadanya.
Baca juga: Rumah Warga di Lahan Makam Kalideres Dibongkar Paksa Pakai Alat Berat
Bukan hanya anak-anak, warga sekitar juga terlihat menikmati momen terendam banjirnya TPU tersebut dengan memancing ikan di area pemakaman.
Sebagian warga terlihat niat sekali dengan membawa pancingan dan ember kecil untuk ikan dari rumahnya.
Ruang duka yang seharusnya sepi dan penuh kekhidmatan pun seolah perlahan berubah menjadi tempat rekreasi dadakan untuk warga sekitar.
Anak-anak gembiraAda sekitar sembilan orang anak yang terlihat begitu gembira berenang di sisi timur TPU Semper.
Sebab, sebagian besar blad atau blok makam di sisi timur ini selalu terendam banjir, meski terkadang tidak hujan.
Nisan-nisan bertuliskan nama jenazah yang dikubur di dalamnya sudah tampak tidak terlihat, area pemakaman itu seolah berubah menjadi kolam raksasa yang telah ditumbuhi tanaman hijau eceng gondok.
Baca juga: Wisata Rawa Danau Cipondoh Tergerus Banjir, Kini Tersisa Tiga Pedagang
Dengan berlatar belakang depo kontainer, anak-anak menganggap kuburan yang terendam banjir sebagai arena bermain yang menyenangkan.
Mereka juga tidak takut melompat dari atas besi pembatas jalan ke kuburan banjir yang memang posisi tanahnya lebih rendah.
"Senang mandi-mandian di sini, seru banget," ucap salah satu anak bernama Rendi (11) ketika diwawancarai Kompas.com, Kamis (9/4/2026).
Ia dan teman-temannya mengaku, sama sekali tidak takut berenang di TPU Semper, meski di bawahnya merupakan makam yang sudah terporak poranda imbas terendam banjir lama.
Selain berenang, anak-anak tersebut juga memanfaatkan TPU banjir sebagai arena pemancingan.
"Dalamnya sedada, ini berenang sambil mancing-mancing ikan mujair, gabus," ungkap anak lain Juna (9).
Baca juga: Main Mandi Hujan, Bocah 4 Tahun Tewas Terseret Arus di Gorong-gorong Kembangan
Biasanya ikan-ikan yang didapatkan jika ukurannya besar akan dibawa oleh anak-anak ke rumah untuk dimasak.
Namun, apabila ukurannya kecil, maka ikan itu dibuat mainan oleh mereka.
Ribuan makam terendamPengelola TPU Semper Sukino, mengatakan banjir memang masih menjadi persoalan yang belum tertuntaskan di pemakaman ini.
Sampai saat ini masih ada ribuan makam yang terendam banjir di TPU Semper.
"Sekitar 4.000-an makam, khusus di blad itu saja yang tergenang, yang lain sudah mulai surut jika tidak hujan lagi," kata Sukino ketika dihubungi Kompas.com, Kamis.
Ribuan makam itu berada di unit Islam Blad 41, 42, 44, 45, 46, 47, 48, 49, 50, 51, 53, 54, 56, 57, 59, dan 60.




