Putar Otak Zulkifli Syukur dan Ahmad Amiruddin Ingin PSM Kalahkan PSIM Yogyakarta

harianfajar
14 jam lalu
Cover Berita

YOGYAKARTA, FAJAR –Di atas kertas, laga pekan ke-27 Super League Indonesia antara PSIM Yogyakarta dan PSM Makassar tampak tidak seimbang. Tuan rumah lebih stabil, posisi klasemen lebih aman, dan didukung atmosfer kandang yang selalu menyulitkan lawan. Sementara PSM datang dengan beban—terjerat di papan bawah dan belum menemukan konsistensi permainan.

Namun sepak bola jarang tunduk pada logika semata.

Di balik status underdog, PSM justru membawa satu hal yang sering kali menjadi pembeda: urgensi. Dalam situasi tertekan, setiap pertandingan berubah menjadi pertaruhan. Bukan hanya soal tiga poin, tetapi tentang bertahan hidup di kompetisi.

Asisten pelatih Ahmad Amiruddin memahami betul realitas itu. Bersama sosok seperti Zulkifli Syukur, ia dituntut “memutar otak”—bukan sekadar merancang taktik, tetapi menemukan cara menghidupkan kembali mental tim yang sempat goyah.

Pendekatan yang diambil cukup jelas: tidak fokus pada individu, tetapi pada sistem permainan lawan.

PSIM bukan tim yang bergantung pada satu bintang. Mereka kuat karena kolektivitas—pergerakan tanpa bola, agresivitas, dan transisi cepat yang melibatkan banyak pemain. Artinya, PSM tidak bisa hanya mematikan satu nama. Mereka harus meredam keseluruhan sistem.

“Siapa pun yang masuk ke area pertahanan bisa berbahaya,” kira-kira itulah garis besar analisis yang dibangun tim pelatih.

Dari sini terlihat bahwa laga ini akan ditentukan oleh disiplin dan organisasi permainan. PSM harus bermain rapat, mengurangi ruang, dan menghindari kesalahan kecil yang bisa dimanfaatkan lawan. Dalam pertandingan seperti ini, satu momen lengah bisa berujung fatal.

Namun ada sisi lain yang tidak kalah penting: mentalitas.

PSM tidak datang untuk bertahan atau sekadar mencuri satu poin. Mereka membawa target jelas—menang. Pernyataan ini bukan sekadar optimisme kosong, tetapi refleksi dari kebutuhan mendesak untuk keluar dari situasi sulit.

Di sinilah peran pelatih menjadi krusial. Taktik bisa disusun, strategi bisa dirancang, tetapi tanpa mental pantang menyerah, semuanya akan runtuh di lapangan. Ahmad Amiruddin menekankan bahwa tim yang lebih disiplin, lebih agresif, dan tidak mudah menyerah akan lebih dekat dengan hasil terbaik.

Di sisi lain, PSIM memiliki keuntungan psikologis sebagai tuan rumah. Bermain di depan ribuan suporter memberi energi tambahan, tetapi juga menghadirkan tekanan tersendiri. Ekspektasi untuk menang bisa menjadi beban jika pertandingan tidak berjalan sesuai rencana.

Jika PSM mampu bertahan di awal laga dan meredam tekanan, situasi bisa berbalik. Justru PSIM yang akan dipaksa keluar dari ritme, membuka celah yang bisa dimanfaatkan lewat serangan balik.

Dukungan dari suporter juga menjadi faktor penting, bahkan dari kejauhan. Harapan yang disuarakan oleh fans seperti Noeryana Saputra mencerminkan kegelisahan sekaligus keyakinan. Mereka sadar, kemenangan di laga ini bukan hanya soal poin, tetapi juga tentang menjaga harapan tetap hidup.

Karena jika PSM kembali gagal menang, situasinya akan semakin rumit. Jarak dengan zona aman bisa melebar, tekanan mental meningkat, dan kepercayaan diri tim berpotensi runtuh. Sebaliknya, kemenangan bisa menjadi titik balik—memantik semangat baru untuk menatap sisa musim.

Pada akhirnya, pertandingan ini adalah pertemuan dua kondisi: PSIM yang stabil dan percaya diri, melawan PSM yang tertekan tetapi lapar kemenangan.

Dan dalam sepak bola, kondisi kedua sering kali lebih berbahaya.

Kini, semua kembali pada satu pertanyaan sederhana: apakah strategi dan “akal-akalan” Zulkifli Syukur dan Ahmad Amiruddin cukup untuk membalikkan keadaan?

Jawabannya akan ditentukan di lapangan—dalam 90 menit yang bisa mengubah arah musim PSM Makassar.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kuasa Hukum Kritisi Penetapan Irawan Prakoso Sebagai Tersangka Kasus Petral
• 5 jam laluokezone.com
thumb
Gunakan Masker, Polusi Udara Tangsel dan Surabaya Terburuk di Indonesia Pagi Ini
• 18 jam lalukatadata.co.id
thumb
Anak-anak Berenang di TPU Banjir Tanpa Rasa Takut, Pakar Soroti Krisis Ruang Bermain
• 4 jam lalukompas.com
thumb
Truk Paket Tabrak Dump Truk di Tol Jombang-Mojokerto, Sopir dan Kernet Tewas
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
BTN Salurkan 6 Juta KPR, Perkuat Transformasi Beyond Mortgage
• 20 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.