Strategi Pemerintah Tekan Lonjakan Tiket Pesawat Domestik

tvrinews.com
7 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Fityan

TVRINews – Jakarta

Presiden Prabowo Instruksikan Intervensi Anggaran dan Subsidi PPN guna Menjaga Konektivitas Nasional di Tengah Krisis Avtur Global.

Pemerintah Indonesia meluncurkan serangkaian langkah mitigasi strategis untuk menstabilkan harga tiket pesawat domestik yang terancam melambung tinggi. 

Kebijakan ini merupakan respon langsung terhadap ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang memicu lonjakan harga bahan bakar pesawat (Avtur) dunia hingga 80 persen.

Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, melalui keterangan resminya menyatakan bahwa arahan Presiden Prabowo Subianto sangat jelas: melindungi daya beli masyarakat tanpa mengorbankan keberlangsungan industri penerbangan.

"Di tengah tekanan global dan lonjakan harga avtur yang signifikan, pemerintah berupaya keras agar harga tiket pesawat tidak ikut melonjak tajam," ujar Teddy dalam unggahan di media sosial Instagram @sekretariat. Cabinet, untuk memastikan konektivitas antarwilayah tetap terjaga dan masyarakat dapat bepergian dengan biaya yang relatif terjangkau.

Intervensi Fiskal dan Stimulus Industri

Berdasarkan data yang dirilis Sekretariat Kabinet, pemerintah telah menyiapkan empat instrumen utama untuk menahan laju kenaikan harga tiket di kisaran 9 hingga 13 persen, jauh di bawah potensi kenaikan yang seharusnya terjadi akibat biaya operasional.

Berikut adalah rincian langkah intervensi tersebut:

•     Subsidi PPN DTP: Pemberian subsidi Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 11 persen selama dua bulan untuk meringankan beban konsumen.

•     Stimulus Anggaran: Pengucuran dana sebesar Rp2,6 triliun (Rp1,3 triliun per bulan) yang berfungsi sebagai shock absorber bagi industri aviasi nasional.

•     Pembebasan Bea Masuk : Penerapan tarif 0 persen untuk suku cadang dan komponen Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) guna menekan biaya pemeliharaan maskapai.

•     Penyesuaian Fuel Surcharge: Batas biaya tambahan bahan bakar dinaikkan menjadi 38 persen agar maskapai memiliki ruang gerak finansial tanpa melanggar Tarif Batas Atas (TBA).

Dampak Krisis Geopolitik

Lonjakan harga Avtur global yang menyentuh angka 70 hingga 80 persen sejak 1 April 2026 dipicu oleh penutupan Selat Hormuz akibat konflik di Timur Tengah. 

Mengingat komponen bahan bakar menyumbang sekitar 40 persen dari total biaya operasional maskapai, intervensi pemerintah dianggap krusial untuk mencegah kelumpuhan industri transportasi udara.

Meski terjadi kenaikan, data perbandingan menunjukkan bahwa harga Avtur di Indonesia (Rp23.551) masih tetap kompetitif dibandingkan negara tetangga seperti Filipina (Rp25.326) dan Thailand (Rp29.518).

Melalui langkah mitigasi ini, pemerintah memastikan pasokan BBM nasional berada dalam level aman. Harapannya, stabilitas ekonomi makro tetap terjaga melalui arus mobilisasi penduduk dan barang yang tetap lancar di seluruh penjuru nusantara.

Editor: Redaksi TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Foto: Kejagung Serahkan Gunungan Uang Rp 11 Triliun ke Negara
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Komdigi Beri TikTok dan Roblox Waktu Sampai Besok Patuhi PP Tunas
• 21 jam laluliputan6.com
thumb
MRT dan LRT Sempat Terganggu Akibat Mati Lampu, Pramono Sentil PLN
• 5 jam laludisway.id
thumb
Joko Anwar Sempat Khawatir saat Ghost in the Cell Tayang di Berlinale
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Hercules Bantah Maruarar soal Status Lahan Kosong di Tanah Abang, Ajak Duduk Bersama Cocokkan Bukti
• 5 menit lalukompas.com
Berhasil disimpan.