Hadapi El Nino Godzilla, Kementerian PU Siapkan 400 Pompa Air Dukung Pertanian saat Kemarau

jpnn.com
4 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum menyiapkan sekitar 400 unit pompa air untuk mendukung pompanisasi pertanian menghadapi potensi musim kemarau akibat fenomena El Nino Godzilla.

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengatakan jumlah tersebut masih bersifat sementara dan akan terus ditambah sesuai kebutuhan di lapangan agar distribusi air bagi sawah dapat berjalan optimal selama periode kemarau berlangsung di berbagai wilayah Indonesia.

BACA JUGA: Hadapi Ancaman El Nino, BULOG Pastikan Stok Beras Nasional Aman untuk 11 Bulan ke Depan

"Banyak, kemarin pompa (yang disiapkan) 400 unit ya, tapi kita akan tambah terus. Jadi, sementara waktu 400 unit, tetapi kita akan tambah terus," kata Dody dalam pernyataan di Jakarta, Sabtu.

Dody menegaskan penyediaan pompa dilakukan dengan mempertimbangkan koordinasi bersama Kementerian Pertanian guna menghindari tumpang tindih program, sehingga intervensi pemerintah dapat berjalan efektif dan tepat sasaran di setiap daerah utamanya sentra produksi padi.

BACA JUGA: Hadapi El Nino Godzilla, Mentan Amran Klaim Stok Pangan Aman hingga 11 Bulan ke Depan

"Karena Kementerian Pertanian juga menyiapkan barang yang sama. Jadi, kita juga enggak mau overlapping," ujarnya.

Menurut dia, pembagian peran antar kementerian menjadi kunci agar masing-masing dapat fokus pada wilayah kerja yang berbeda tanpa terjadi duplikasi program dalam penyediaan sarana pompanisasi pertanian.

BACA JUGA: Produksi Pangan Nasional Aman, Indonesia Sudah Berpengalaman soal El Nino

"Kami koordinasi terus, mana yang Kementerian Pertanian kerjakan, kami enggak akan kerjakan di situ. Kalau kami kerjakan di situ, Kementerian Pertanian enggak akan kerjakan di situ," jelas Dody.

Selain penyediaan pompa air, ia juga menekankan pentingnya pembangunan jaringan irigasi tersier guna memastikan air yang dialirkan dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh lahan pertanian yang membutuhkan.

"Cuma kalau kami, saya minta teman-teman jangan hanya pompa air tanah, tetapi juga harus dibangun jaringan irigasi tersiernya sehingga air yang kami alirkan itu lebih efektif, efisien untuk mengairi sawah," ucapnya.

Dengan adanya jaringan irigasi yang memadai, tambah Dody, distribusi air diharapkan menjadi lebih efektif dan efisien sehingga dapat mendukung peningkatan produktivitas pertanian terutama di wilayah yang bergantung pada curah hujan.

"Harapan kami sawah-sawah tadah hujan itu minimum bisa panen setahun dua kali. Kalau bisa tiga kali alhamdulillah gitu," kata Dody.

Sebelumnya, Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional Andi Amran Sulaiman menyatakan pihaknya menggandeng Kementerian Pekerjaan Umum untuk memperbaiki jaringan irigasi menghadapi ancaman kekeringan akibat potensi El Nino ekstrem.

Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya antisipatif guna memastikan ketersediaan air bagi lahan pertanian tetap terjaga di tengah risiko penurunan curah hujan yang dapat mengganggu produksi pangan nasional.

Dia berharap kolaborasi itu mampu memperkuat ketahanan sektor pertanian melalui perbaikan infrastruktur irigasi sehingga distribusi air menjadi lebih efektif, sekaligus meminimalkan dampak kekeringan pada musim kemarau panjang.(antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Budianto Hutahaean


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Lindungi Aset Umat, Kanwil BPN DKI Gandeng PWNU Percepat Sertifikasi Tanah Wakaf
• 18 jam lalujpnn.com
thumb
Program MBG Hadirkan Harapan Baru bagi Santri Pesantren Al Mubarok Karanganyar
• 3 jam lalutvrinews.com
thumb
29 Kapal Yacht Berbendera Asing Disegel, Bea Cukai: Langgar Kepabeanan dan Pajak
• 1 jam lalurctiplus.com
thumb
MPSI Resmi Laporkan Dugaan Ajakan Lengserkan Presiden ke Bareskrim Polri
• 22 jam lalujpnn.com
thumb
Bintangi Film Tiba Tiba Setan, Ratu Felisha Dibuat Tersiksa karena Ulah Oki Rengga dan Lolox
• 16 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.