Jakarta: Kejaksaan Agung (Kejagung) menyerahkan uang denda administratif dan penyelamatan keuangan negara serta penguasaan kembali pengawasan hutan tahap ke-VI, senilai Rp11,4 triliun ke kas negara. Penyerahan ini disaksikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dan jajaran Kabinet Merah Putih.
Uang senilai Rp11,4 triliun itu terdiri dari denda administratif kehutanan dan Satgas PKH sebesar Rp7,23 triliun, penerimaan negara bukan pajak dari penanganan kasus korupsi sebesar Rp1,96 triliun, penerimaan setoran pajak sebesar Rp967 miliar, pendapatan negara melalui penyetoran pajak periode 28 Februari 2026 PT Agrinas Palma Nusantara sebesar Rp108 miliar, dan hasil PNBP berasal dari denda lingkungan hidup sebesar Rp1,1 triliun.
Burhanuddin menyatakan penegakan hukum yang lemah berpotensi membuat negara kehilangan uang, aset, wibawa, serta kemampuan untuk menyejahterakan rakyat. Dia juga menegaskan pentingnya penegakan hukum yang tegas untuk menjaga stabilitas nasional
"Negara tidak boleh kalah dari praktik mafia yang mengeksploritasi kekayaan hutan Indonesia," kata Burhanuddin, dalam program Breaking News Metro TV, Jumat, 10 April 2026.
Baca Juga :
Kejagung Serahkan Sejumlah Lahan Kawasan Hutan ke NegaraPada kesempatan itu, Presiden Prabowo menilai capaian ini menjadi kebanggaan tersendiri, karena terjadi berulang kali dalam masa pemerintahannya yang baru berjalan sekitar 1,5 tahun. Ia memaparkan, pada Oktober 2025 pemerintah berhasil menyelamatkan Rp13,255 triliun dari perkara tindak pidana korupsi pemberian fasilitas ekspor crude palm oil (CPO) dan turunannya.
"Selang dua bulan, pada Desember 2025, kembali diselamatkan dana sebesar Rp6,625 triliun. “Dan hari ini, 10 April, kita kembali berhasil menyelamatkan Rp11,420 triliun,” ujar Presiden Prabowo.
Dengan demikian, total uang tunai yang berhasil diselamatkan hingga saat ini mencapai sekitar Rp31,3 triliun. Presiden menegaskan, angka tersebut memiliki dampak besar bagi pembangunan nasional.
"Kalau kita punya bayangan dengan uang ini kita bisa memperbaiki 34.000 sekolah-sekolah kita di seluruh Indonesia," ungkap kepala negara.




