Menteri PU, Dody Hanggodo, mengatakan kelanjutan proyek Tol Gedebage–Tasikmalaya–Cilacap (Getaci) kurang diminati oleh investor.
Dody membuka opsi bahwa anggaran dari pemerintah nantinya akan dialihkan ke proyek lain.
“Biasanya kalau satu proyek yang kita tawarkan itu nggak banyak minatnya ya biasanya kan itu karena trafiknya kurang. Kalau trafiknya kurang kan supaya tetap menarik kan pemerintah chip in kan,” kata dia dalam silaturahmi bersama wartawan di Kantor Kementerian PU, Jakarta Selatan pada Jumat (10/4).
Nantinya anggaran dukungan konstruksi untuk Getaci dapat dialihkan ke proyek lain, misalnya proyek bendungan. Beberapa di antaranya adalah bendungan Cibeet dan Cijurey.
“Apakah lebih baik kita misalnya chip in di Getaci misalnya atau kita percepat (konstruksi) Cibeet dan Cijurey supaya Karawang dan Bekasi itu nggak banjir lagi ke depannya,” ujarnya.
Untuk kedua bendungan tersebut, Dody memang menarget progres pengerjaannya bisa rampung dalam waktu dekat. Paling cepat, proyek itu bisa selesai tahun depan.
“Saya sih berharap bisa selesai paling nggak 2027-2028 ya. Karena ya tadi itu, dengan mata kepala saya sendiri melihat, kalau itu nggak segera diselesaikan saya khawatir karawang dan Bekasi banjir lagi. Jadi paling nggak selesai 2027 dan sisanya 2028,” kata Dody.
Sebelumnya, Tol Getaci terdiri dari empat seksi, yakni Seksi 1 Junction Gedebage-Garut Utara (45,20 km), seksi 2 Garut Utara-Tasikmalaya (50,32 km), seksi 3 Tasikmalaya-Patimuan (76,78 km), dan seksi 4 Patimuan-Cilacap (34,35 km).
Sejak Mei 2025 lalu, proyek tersebut memang tengah dikaji ulang. Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Rachman Arief Dienaputra menjelaskan keputusan mengkaji ulang proyek jalan tol karena terdapat segmen yang memerlukan biaya sangat tinggi.
“Karena memang biaya dari Bandung-Garut itu terlalu mahal. Harus dikaji ulang lagi,” kata Arief.





