Jakarta, VIVA – Isu keselamatan hingga dinamika industri kendaraan niaga menjadi perhatian pembaca kanal VIVA Otomotif pada Jumat, 10 April 2026. Mulai dari kasus rem blong yang terus berulang, polemik truk impor, hingga ekspansi kendaraan listrik ke sektor industri berat. Berikut tiga artikel yang paling banyak dibaca.
1. Kasus Rem Blong RI Tembus Ribuan, KNKT Bongkar Biang Keroknya
- Hino
Kasus rem blong pada kendaraan berat kembali menjadi sorotan setelah jumlahnya disebut mencapai ribuan kejadian. Kondisi ini dinilai memprihatinkan karena sebagian besar sebenarnya bisa dicegah.
Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengungkap dua penyebab utama, yakni kesalahan pengemudi saat menggunakan transmisi di jalan menurun serta kegagalan sistem rem akibat perawatan yang tidak optimal. Bahkan, di Indonesia kasus rem blong bisa terjadi hingga sekitar 5.000 kali per tahun, jauh lebih tinggi dibanding negara maju. Baca selengkapnya di tautan ini.
2. Truk Impor Disebut Masuk Tanpa Prosedur Lengkap, Industri Soroti Ketimpangan Regulasi
- DeepAI
Industri kendaraan niaga menyoroti masuknya truk impor yang diduga tidak melalui prosedur lengkap. Kondisi ini dinilai menciptakan ketimpangan dalam persaingan usaha, terutama bagi pelaku industri dalam negeri.
Polemik ini membuka diskusi lebih luas mengenai pentingnya regulasi yang adil dan konsisten. Jika tidak diatur dengan baik, ketidakseimbangan ini berpotensi mengganggu ekosistem industri otomotif nasional. Selengkapnya ada di tautan ini.
3. Foton Perluas Peta Bisnis Kendaraan Listrik, Mulai Masuk Industri Berat
Produsen otomotif asal China, Foton, mulai memperluas bisnis kendaraan listrik ke sektor industri berat. Langkah ini menunjukkan bahwa elektrifikasi tidak hanya menyasar kendaraan penumpang, tetapi juga sektor logistik dan konstruksi.
Dengan menghadirkan kendaraan listrik untuk kebutuhan industri, Foton mencoba menjawab tantangan efisiensi dan emisi di sektor berat. Ekspansi ini juga menjadi sinyal bahwa transformasi menuju kendaraan ramah lingkungan semakin meluas ke berbagai lini industri, baca selengkapnya.





