VIVA –Vatikan angkat bicara terkait dengan laporan media terkait dengan pertemuan seorang kardinal yang berbasis di Amerika Serikat dengan pejabat pemerintahan Donald Trump. Seperti diketahui, sebuah laporan dari The Free Press menyebutkan bahwa Wakil Menteri Pertahanan AS untuk Kebijakan, Elbridge Colby memanggil Kardinal tertutup tak lama setelah pidato “State of the World” Paus Leo XIV. Dalam pertemuan itu, disebutkan muncul kekhawatiran atas kritik Paus terhadap kebijakan militer AS.
Laporan tersebut juga menyebut Colby menekankan luasnya jangkauan militer Amerika di dunia dan mendorong agar Gereja Katolik lebih sejalan dengan posisi strategis Washington.
Selain itu, diklaim pula bahwa dalam pertemuan tersebut sempat disinggung soal kepausan Avignon pada abad ke-14, ketika monarki Prancis memiliki pengaruh besar terhadap Gereja.
Menyusul pemberitaan tersebut, Jumat 10 April waktu setempat, Direktur Kantor Pers Vatikan, Matteo Bruni menegaskan bahwa laporan mengenai pertemuan tersebut tidak benar.
Di sisi lain, Bruni menjelaskan bahwa ia telah berbicara langsung dengan Kardinal Pierre, dan pertemuan itu digambarkan sebagai pertukaran pandangan mengenai hal-hal yang menjadi kepentingan bersama.
“Gambaran yang disampaikan sejumlah media mengenai pertemuan ini sama sekali tidak sesuai dengan kenyataan,” tegas Bruni seperti dikutip dari laman Anadolu Agency, Sabtu 11 April 2026.
Kedutaan Besar AS untuk Vatikan juga membagikan pernyataan tersebut di platform X dan menyampaikan apresiasinya kepada Kantor Pers Vatikan atas klarifikasi yang diberikan.





