Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, menegaskan bahwa tidak ada rencana menarik pasukan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dari misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon pasca gugurnya tiga prajurit dalam penugasan internasional tersebut.
Teddy menyatakan pemerintah terus melakukan evaluasi menyusul insiden tersebut, namun tidak sampai pada opsi penghentian partisipasi Indonesia dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).
"Tidak ada untuk ke situ (penarikan). Evaluasi tetap berjalan, evaluasi ke dalam dan keluar," kata Teddy kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, dikutip Sabtu (11/4/2026).
Menurut Teddy, TNIbersama Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia telah mengambil langkah tegas dalam menyikapi insiden tersebut, baik dari sisi operasional maupun perlindungan prajurit.
Ia menegaskan kehadiran pasukan Indonesia di UNIFIL merupakan bagian dari amanat konstitusi untuk berperan aktif menjaga perdamaian dunia.
"Jadi kita mengirim pasukan di sana untuk menjaga perdamaian dan kita tegas terhadap evaluasi yang ada seperti itu ya kira-kira," pungkas dia.
Sebelumnya Presiden Prabowo Subianto menyampaikan duka cita atas gugurnya tiga prajurit TNI yang bertugas dalam misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Lebanon. Hal tersebut disampaikan Prabowo melalui unggahan di akun Instagram resminya, Minggu (5/4/2026).
Baca Juga: Momen Haru Presiden Prabowo Peluk dan Cium Putra Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon
Dalam pernyataannya, Prabowo menegaskan bahwa bangsa Indonesia berduka atas gugurnya para prajurit yang menjalankan tugas mulia sebagai pasukan perdamaian dunia. Ia juga mengecam keras tindakan yang menyebabkan gugurnya prajurit TNI tersebut.
“Bangsa Indonesia berduka atas gugurnya tiga prajurit TNI dalam tugas mulia sebagai pasukan perdamaian PBB di Lebanon. Kami, saudara-saudara sebangsa dan setanah air, mengecam keras setiap tindakan keji yang merusak perdamaian dan menyebabkan gugurnya para prajurit terbaik bangsa,” tulis Prabowo.





