REPUBLIKA.CO.ID, JAYAPURA, – Isak Samuel Tunya dan Melani Tebout Bame berhasil terpilih menjadi Duta Bahasa Papua tahun 2026. Mereka mengungguli sembilan pasangan lainnya dalam ajang pemilihan yang digelar di Jayapura, Papua, pada Sabtu malam.
Menurut Kepala Balai Bahasa Papua, Valentina L Tanate, pemilihan Duta Bahasa Papua merupakan bagian dari program pembinaan bagi generasi muda di Indonesia, khususnya di Tanah Papua. "Kegiatan ini dilakukan setiap tahun tidak hanya oleh Kantor Balai Bahasa Papua, tetapi juga seluruh kantor Balai Bahasa di Indonesia," ujarnya.
Peserta dalam seleksi Duta Bahasa Papua berasal dari enam provinsi di Tanah Papua, yaitu Papua, Papua Selatan, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua Barat, dan Papua Barat Daya. Namun, hanya perwakilan dari lima provinsi yang lolos ke 10 besar, yaitu Papua, Papua Pegunungan, Papua Tengah, Papua Barat, dan Papua Barat Daya.
Valentina menekankan pentingnya peran Duta Bahasa Papua dalam melestarikan 428 bahasa daerah yang ada di Tanah Papua. "Dari 729 bahasa daerah di Indonesia, 428 di antaranya terdapat di Tanah Papua. Melalui kegiatan ini, kami mendorong generasi muda untuk menjadi rekan Balai Bahasa Papua dalam melestarikan bahasa-bahasa daerah," jelasnya.
Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Papua, Rafatul Mulkiyah Fakiri, berharap kegiatan ini dapat memotivasi generasi muda Papua untuk mencintai bahasa daerah, bahasa Indonesia, dan bahasa asing. "Kami harap melalui kegiatan Duta Bahasa, generasi muda lebih mencintai bahasa daerah Papua serta dapat berbicara dalam bahasa asing," katanya.
.rec-desc {padding: 7px !important;} Konten ini diolah dengan bantuan AI.