Intelijen Amerika Serikat melaporkan bahwa ada persiapan pengiriman sistem pertahanan udara baru dari China ke Iran. Pengiriman itu disebut akan dilakukan dalam beberapa pekan ke depan, menyusul negosiasi dari Teheran dan Washington.
Dikutip dari Reuters, Amerika Serikat mengatakan bahwa pengiriman senjata itu kemungkinan dilakukan secara terselubung melalui negara ketiga untuk menyamarkan asalnya. Metode ini biasanya melibatkan transit melalui negara perantara, penggunaan jaringan logistik sipil atau komersial hingga pengaburan asal barang dalam dokumen pengiriman.
Baca Juga: Trump Klaim Amerika Serikat Mulai Bersihkan Selat Hormuz: 28 Kapal Penebar Ranjau Iran Hancur!
Sistem yang disebut akan dikirim adalah Man-Portable Air Defense Systems (MANPADS). MANPADS merupakan rudal anti-pesawat portabel yang dapat dioperasikan oleh individu. Jika benar dikirim, sistem ini dapat meningkatkan kemampuan pertahanan udara dari Iran.
Hal tersebut menyusul karakteristik dari Man-Portable Air Defense Systems. Ia diketahui mudah dipindahkan dan disembunyikan. Ia juga diketahui efektif melawan pesawat rendah dan helikopter dan sering digunakan dalam konflik asimetris
China merupakan mitra ekonomi utama dari Iran. Ia juga diketahui merupakan pembeli besar minyak dari Teheran. Keterlibatan Beijing dalam aspek militer akan menambah dimensi baru dalam konflik yang sudah melibatkan banyak kekuatan global.
Jika laporan ini terbukti, pengiriman senjata dapat memperumit proses diplomasi dari Teheran dan Washington. Ia juga bisa memperluas ketegangan geopolitik hingga mencakup pihak dari China.
Laporan ini juga muncul saat adanya negosiasi dari Iran dan Amerika Serikat di Islamabad. Negosiasi tersebut bertujuan mengakhiri konflik yang telah berlangsung sekitar enam minggu antara keduanya di Timur Tengah.
Diketahui, Pakistan mengumumkan bahwa negosiasi damai akan berlanjut pekan ini usai tercapainya gencatan senjata selama dua minggu dari Iran dan Amerika Serikat. Proposal kedua negara menjadi perhatian karena akan menjadi penentuan tercapainya kedamaian di Timur Tengah.
Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, menyatakan bahwa kedua negara telah menyepakati gencatan senjata yang berlaku segera dalam seluruh wilayah konflik, termasuk di Lebanon. Ia juga mengonfirmasi bahwa pihaknya akan menjadi lokasi perundingan lanjutan antara kedua pihak.
Iran dan Amerika Serikat diundang untuk hadir dalam pembicaraan yang dijadwalkan berlangsung pada 10 April 2026. Negosiasi pada hari itu dilakukan guna mencapai kesepakatan final yang menyelesaikan seluruh perselisihan.
Baca Juga: Kondisi Terkini Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei: Terluka Parah hingga Kehilangan Satu Kaki
“Saya menyambut hangat isyarat bijaksana ini dan menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada pimpinan kedua negara dan mengundang delegasi mereka ke Islamabad pada hari Jumat, 10 April 2026,” katanya.





