Medan (ANTARA) - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divisi Regional I Sumatera Utara mencatat sebanyak 135.687 pelanggan menggunakan layanan Kereta Api Siantar Ekspres rute Medan–Pematangsiantar sepanjang triwulan I (Januari–Maret) 2026 atau meningkat 17 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025, sebanyak 116.355 pelanggan.
"Pertumbuhan itu mencerminkan meningkatnya kepercayaan dan kesadaran masyarakat dalam memanfaatkan transportasi umum kereta api sebagai penunjang mobilitas utama," kata Plt. Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo di Medan, Sabtu.
Ia mengatakan, meningkatnya minat masyarakat menggunakan kereta api untuk bepergian dengan kereta tidak terlepas dari dukungan skema Public Service Obligation (PSO).
"Hadirnya pemerintah melalui subsidi tiket KA Siantar Ekspres membuat tarif menjadi lebih ekonomis dan terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat. Hal ini memastikan layanan transportasi berkualitas tetap dapat dinikmati dengan harga yang efisien," ujar Anwar.
Selama tiga bulan pertama tahun 2026, KA Siantar Ekspres rata-rata melayani 1.508 pelanggan per hari. Angka itu mencapai 119 persen dari total kapasitas harian yang tersedia sebanyak 1.272 tempat duduk.
Data tersebut menegaskan bahwa KA Siantar Ekspres bukan lagi sekadar transportasi musiman, melainkan telah menjadi andalan harian masyarakat.
Ia menyebutkan, sebagai kereta lokal antarkota, KA Siantar Ekspres menjadi jawaban konkret atas program One Day No Car yang digalakkan pemerintah provinsi Sumatera Utara.
Jalur KA Siantar Ekspres sendiri mengintegrasikan enam wilayah strategis, yakni Kota Medan, Kabupaten Deli Serdang, Kabupaten Serdang Bedagai, Kota Tebing Tinggi, Kabupaten Simalungun, dan Kota Pematangsiantar.
"Dengan empat jadwal keberangkatan setiap hari dan harga tiket hanya Rp22.000, masyarakat dapat bepergian antarwilayah dengan jauh lebih efisien dibandingkan menggunakan kendaraan pribadi. Langkah ini juga selaras dengan program pemerintah dalam penghematan energi dan pengurangan kepadatan lalu lintas jalan raya," katanya.
Selain mendukung aktivitas harian, KA Siantar Ekspres juga menjadi pilihan bagi wisatawan dari Medan yang ingin menuju kawasan Danau Toba.
Setibanya di Stasiun Siantar, tersedia berbagai moda angkutan lanjutan menuju Parapat yang merupakan gerbang utama menuju kawasan Danau Toba, hingga penyeberangan ke Pulau Samosir melalui Pelabuhan Ajibata atau Tigaras.
KA Siantar Ekspres menawarkan fleksibilitas perjalanan dengan keberangkatan dari Stasiun Medan pada pukul 11.45 WIB dan 20.30 WIB, serta dari arah sebaliknya pada pukul 07.10 WIB dan 15.35 WIB. Pilihan jadwal dari pagi hingga malam ini memastikan mobilitas masyarakat tetap lancar dan efisien sepanjang hari.
"KA Siantar Ekspres hadir sebagai solusi transportasi yang komprehensif. Selain menjadi sarana pendukung pariwisata menuju Danau Toba, peran vitalnya juga terletak pada kemampuannya menghubungkan berbagai titik ekonomi di Sumatera Utara. Dengan harga yang ekonomis dan konektivitas yang luas, KAI berharap masyarakat semakin menjadikan kereta api sebagai pilihan utama untuk mobilitas harian yang aman dan nyaman," katanya.
Baca juga: Seluruh Lokomotif dan Genset KAI Sudah Pakai Biosolar B40, Siap Sambut Inovasi B50
Baca juga: INKA kirim 60 unit gerbong datar pesanan PT KAI ke Palembang
Baca juga: KAI tutup sementara jalur hulu Prupuk-Linggapura
"Pertumbuhan itu mencerminkan meningkatnya kepercayaan dan kesadaran masyarakat dalam memanfaatkan transportasi umum kereta api sebagai penunjang mobilitas utama," kata Plt. Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo di Medan, Sabtu.
Ia mengatakan, meningkatnya minat masyarakat menggunakan kereta api untuk bepergian dengan kereta tidak terlepas dari dukungan skema Public Service Obligation (PSO).
"Hadirnya pemerintah melalui subsidi tiket KA Siantar Ekspres membuat tarif menjadi lebih ekonomis dan terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat. Hal ini memastikan layanan transportasi berkualitas tetap dapat dinikmati dengan harga yang efisien," ujar Anwar.
Selama tiga bulan pertama tahun 2026, KA Siantar Ekspres rata-rata melayani 1.508 pelanggan per hari. Angka itu mencapai 119 persen dari total kapasitas harian yang tersedia sebanyak 1.272 tempat duduk.
Data tersebut menegaskan bahwa KA Siantar Ekspres bukan lagi sekadar transportasi musiman, melainkan telah menjadi andalan harian masyarakat.
Ia menyebutkan, sebagai kereta lokal antarkota, KA Siantar Ekspres menjadi jawaban konkret atas program One Day No Car yang digalakkan pemerintah provinsi Sumatera Utara.
Jalur KA Siantar Ekspres sendiri mengintegrasikan enam wilayah strategis, yakni Kota Medan, Kabupaten Deli Serdang, Kabupaten Serdang Bedagai, Kota Tebing Tinggi, Kabupaten Simalungun, dan Kota Pematangsiantar.
"Dengan empat jadwal keberangkatan setiap hari dan harga tiket hanya Rp22.000, masyarakat dapat bepergian antarwilayah dengan jauh lebih efisien dibandingkan menggunakan kendaraan pribadi. Langkah ini juga selaras dengan program pemerintah dalam penghematan energi dan pengurangan kepadatan lalu lintas jalan raya," katanya.
Selain mendukung aktivitas harian, KA Siantar Ekspres juga menjadi pilihan bagi wisatawan dari Medan yang ingin menuju kawasan Danau Toba.
Setibanya di Stasiun Siantar, tersedia berbagai moda angkutan lanjutan menuju Parapat yang merupakan gerbang utama menuju kawasan Danau Toba, hingga penyeberangan ke Pulau Samosir melalui Pelabuhan Ajibata atau Tigaras.
KA Siantar Ekspres menawarkan fleksibilitas perjalanan dengan keberangkatan dari Stasiun Medan pada pukul 11.45 WIB dan 20.30 WIB, serta dari arah sebaliknya pada pukul 07.10 WIB dan 15.35 WIB. Pilihan jadwal dari pagi hingga malam ini memastikan mobilitas masyarakat tetap lancar dan efisien sepanjang hari.
"KA Siantar Ekspres hadir sebagai solusi transportasi yang komprehensif. Selain menjadi sarana pendukung pariwisata menuju Danau Toba, peran vitalnya juga terletak pada kemampuannya menghubungkan berbagai titik ekonomi di Sumatera Utara. Dengan harga yang ekonomis dan konektivitas yang luas, KAI berharap masyarakat semakin menjadikan kereta api sebagai pilihan utama untuk mobilitas harian yang aman dan nyaman," katanya.
Baca juga: Seluruh Lokomotif dan Genset KAI Sudah Pakai Biosolar B40, Siap Sambut Inovasi B50
Baca juga: INKA kirim 60 unit gerbong datar pesanan PT KAI ke Palembang
Baca juga: KAI tutup sementara jalur hulu Prupuk-Linggapura





