Bisnis.com, PEKANBARU– Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau yang sebelumnya terjadi di sejumlah daerah kini dilaporkan telah padam total. Saat ini, tidak ada lagi titik karhutla aktif di wilayah tersebut.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Riau, M Edy Afrizal, mengatakan titik terakhir karhutla yang berhasil dipadamkan berada di Kabupaten Bengkalis.
“Karhutla di Riau dilaporkan sudah nihil. Beberapa lokasi karhutla yang sebelumnya sempat ada saat ini sudah padam total,” ujarnya, Sabtu (11/4/2026).
Ia menjelaskan, kebakaran di Bengkalis sebelumnya sempat membesar dan menimbulkan kabut asap. Namun, berkat upaya pemadaman intensif, kondisi tersebut kini telah berhasil dikendalikan.
Meski kondisi karhutla telah nihil, Edy menegaskan upaya pencegahan tetap terus dilakukan guna mengantisipasi potensi kebakaran kembali terjadi.
“Meskipun karhutla sudah nihil, upaya pencegahan tetap kami lakukan, salah satunya melalui pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC),” jelasnya.
Baca Juga
- Meninggal akibat Kecelakaan Kerja, Ahli Waris di Riau Terima Santunan BPJS Ketenagakerjaan Rp1,9 Miliar
- Dua Entitas EMP Group di Riau Sabet PROPER Hijau 2026
- Capaian Imunisasi Dasar di Riau 78,16%, Dinkes Dorong Peningkatan Cakupan
Menurutnya, OMC akan langsung dilakukan setiap kali terdeteksi adanya awan potensial hujan, bahkan jika kondisi tersebut terjadi pada malam hari.
“Ketika ada awan potensial, OMC akan langsung dilakukan, meskipun itu malam hari. Hingga saat ini total garam yang sudah disemai mencapai 35 ton,” paparnya.
Edy menambahkan, pelaksanaan OMC saat ini merupakan tahap kedua, setelah sebelumnya kegiatan serupa juga dilakukan pada awal Februari lalu.
Adapun wilayah yang menjadi fokus OMC berada di kawasan pesisir timur Riau, meliputi Kabupaten Bengkalis, Indragiri Hilir, Siak, Pelalawan, hingga Kota Dumai.
Pemerintah daerah berharap langkah pencegahan ini mampu menjaga kondisi Riau tetap bebas dari karhutla, terutama memasuki periode rawan kebakaran.





