Penulis: Lidya Thalia.S
TVRINews, Ternate
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkuat layanan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (MKG) di wilayah Manado dan Ternate usai gempa bumi yang mengguncang kawasan Maluku Utara dan sekitarnya.
Penguatan dilakukan melalui kunjungan kerja Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, Teuku Faisal Fathani, untuk memastikan kesiapan operasional Unit Pelaksana Teknis (UPT) di kedua wilayah tersebut.
Dalam kunjungan itu, Faisal didampingi Deputi Bidang Geofisika Nelly Florida Riama serta Plt. Kepala Balai Wilayah IV Nasrol Adil. Mereka mengevaluasi respons teknis dan kesiapan layanan informasi kebencanaan di lapangan.
Faisal menegaskan bahwa langkah ini bertujuan memastikan informasi kepada masyarakat tetap tersampaikan secara cepat, akurat, dan dapat diandalkan, sekaligus memperkuat upaya mitigasi di wilayah rawan bencana.
“Personel yang berada paling dekat dengan masyarakat harus menjadi rujukan utama informasi,”ujar Faisal dalam keterangan tertulis, Minggu, 12 April 2026.
Ia juga menekankan pentingnya penguatan kapasitas UPT sebagai garda terdepan layanan MKG, terutama di wilayah kepulauan dengan tantangan geografis yang kompleks. Ke depan, BMKG menargetkan peningkatan status seluruh stasiun agar tidak lagi terdapat UPT dengan kategori kelas III.
“Dalam beberapa tahun ke depan, kami dorong peningkatan fungsi kinerja UPT sehingga hanya tersisa stasiun kelas I dan II,” tegasnya.
Upaya ini merupakan bagian dari modernisasi layanan BMKG, seiring meningkatnya kebutuhan informasi cuaca, iklim, dan gempa bumi yang cepat dan berdampak langsung terhadap keselamatan masyarakat.
Transformasi tersebut, lanjut Faisal, harus diiringi kesiapan menyeluruh di lapangan. Mulai dari peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), penyediaan fasilitas kantor yang memadai, hingga dukungan alat operasional utama (Aloptama) yang lebih mutakhir.
Sementara itu, Nelly Florida Riama menyoroti pentingnya penguatan sistem monitoring dan diseminasi informasi gempa bumi secara real time. Ia menekankan perlunya koordinasi antarstasiun agar respons yang diberikan lebih terintegrasi.
“Koordinasi antarsatuan kerja menjadi kunci agar seluruh unit bergerak selaras dan mampu memberikan respons terbaik kepada masyarakat,”ungkap Nelly.
Selain penguatan operasional, BMKG juga mendorong inovasi dalam edukasi publik yang lebih inklusif, khususnya bagi masyarakat di wilayah pesisir dan daerah terpencil.
Nasrol Adil menambahkan, peningkatan kapasitas SDM terus dilakukan guna memastikan setiap stasiun mampu menyampaikan informasi secara cepat dan tepat. Ia juga menekankan pentingnya koordinasi dengan pemerintah daerah agar informasi kebencanaan dapat segera ditindaklanjuti.
Dalam rangkaian kunjungan tersebut, Kepala BMKG turut meninjau langsung infrastruktur MKG di Manado dan Ternate guna memastikan keandalan sistem layanan serta memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi bencana ke depan.
Editor: Redaktur TVRINews





