BOGOR, KOMPAS.com - Lapak pedagang kaki lima (PKL) di sekitar Alun-alun Kota Bogor yang dibongkar langsung oleh Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim pada Jumat (10/4/2026) dini hari, tampak dibangun kembali pada Minggu (12/4/2026) siang.
Pantauan Kompas.com di lokasi menunjukkan sejumlah pekerja tengah membangun bagian kanopi menggunakan seng di area yang sebelumnya bekas lapak PKL yang dibongkar pada Jumat dini hari lalu
Selain itu, mereka juga terlihat mengelas struktur bangunan serta mengaplikasikan sealant pada kanopi tersebut.
Baca juga: Pramono: Sebagai Gubernur, Saya Tidak Ada Kompromi untuk Premanisme di Jakarta
Tak hanya itu, beberapa pekerja tampak menyiapkan mesin gerinda untuk memotong seng yang akan digunakan pada kanopi.
Terlihat pula untaian kabel listrik menjuntai dari atas bangunan hingga ke trotoar Jalan Dewi Sartika untuk mengoperasikan peralatan berupa gerinda dan mesin las.
Seorang pekerja bahkan naik ke atas kanopi menggunakan tangga guna mengaplikasikan sealant pada bagian atasnya.
Terkait adanya aktivitas pembangunan di area bekas bangunan PKL yang telah dibongkar, Camat Bogor Tengah Dheri Wiriadirama mengaku belum mengetahuinya.
Ia mengatakan, pihaknya akan memeriksa langsung ke tempat tersebut sekaligus memberikan teguran secara tertulis.
"Siap, nuhun infonya, nanti kami tegur lagi pakai surat biar ada record. Sekalian tembusin ke temen-temen Satpol PP," kata Dheri saat dikonfirmasi wartawan, Minggu (12/4/2026).
Sebelumnya, terjadi cekcok antara Wali Kota Bogor Dedie A Rachim dengan salah satu Pedagang Kaki Lima (PKL) di sekitar Alun-alun Kota Bogor.
Baca juga: Penyuplai Listrik Ilegal ke PKL di Bogor Dipanggil Camat, Janji Tak Beri Akses Lagi
Pantauan Kompas.com, Dedie sedang mencari sumber aliran listrik ilegal yang menyuplai para PKL untuk berjualan di trotoar Jalan Dewi Sartika.
Setelah ditemukan, suplai aliran listrik tersebut terhalang oleh salah satu warung yang menutup sebagian badan trotoar dan menggunakan kanopi. Melihat itu, Dedie langsung membongkar bangunan tersebut.
Tidak berselang lama, tiba dua orang, yakni satu laki-laki dan perempuan menggunakan satu motor yang berhenti di lokasi warung yang sudah dibongkar.
"Pak, paling enggak dikasih tahu. Saya cari duit soalnya, barang-barang saya di kemanain, paling enggak kasih tahu," kata perempuan pemilik warung pada Jumat (10/4/2026) dini hari.
"Ada barang-barangnya," ujar salah satu petugas Satpol PP Kota Bogor





