Platform desain Canva mengumumkan akuisisi ganda terhadap dua perusahaan teknologi, yakni Simtheory dan Ortto, pada Rabu (8/4). Canva menyebut langkah ini sebagai bagian dari strategi berkelanjutan untuk memperkuat investasi di bidang kecerdasan buatan (AI) dan infrastruktur pemasaran.
Perusahaan Simtheory dan Ortto tersebut didirikan oleh Chris dan Mike Sharkey, yang sebelumnya juga mendirikan layanan penyewaan liburan Stayz yang kemudian diakuisisi oleh Fairfax Media. Keduanya kini akan bergabung dengan Canva dan menempati posisi kepemimpinan di tim AI serta teknologi pemasaran perusahaan.
Canva menilai akuisisi ini akan memperkuat kemampuan mereka di berbagai bidang, mulai dari agentic AI, infrastruktur data, otomatisasi pemasaran, hingga keterlibatan pelanggan.
Langkah ini menjadi bagian dari transformasi Canva, dari sekadar alat desain menjadi platform terpadu yang memungkinkan tim menyelesaikan seluruh pekerjaan, dari tahap ide hingga eksekusi dan evaluasi. Kemampuan baru ini akan mencakup seluruh alur kerja, mulai dari pengembangan ide awal hingga pengukuran performa kampanye.
Peran Simtheory dan OrttoPlatform Simtheory memungkinkan tim membangun asisten berbasis AI yang memahami bisnis mereka, dapat bekerja lintas aplikasi, serta menangani tugas nyata. Teknologi ini juga mendukung penggunaan berbagai model AI terbaru dan memungkinkan pembuatan alur kerja berbasis agen (agentic workflows) sesuai kebutuhan.
Sementara itu, Ortto menggabungkan platform data pelanggan dengan sistem otomatisasi pemasaran. Melalui satu sistem, tim dapat merancang dan menjalankan kampanye melalui berbagai kanal, seperti email, SMS, notifikasi aplikasi, hingga survei.
Menurut Canva, arsitektur berbasis peristiwa (event-driven) dan integrasi tanpa kode (no-code) membuat platform ini mudah digunakan untuk mengelola dan mengaktifkan data secara real-time. Saat ini, Ortto digunakan oleh lebih dari 11.000 pelanggan di 190 negara.
“Simtheory mempercepat evolusi kami dari platform desain dengan fitur AI menjadi platform AI yang berfokus pada desain dan produktivitas,” kata Cliff Obrecht, Co-founder sekaligus COO Canva.
“Di saat yang sama, Ortto memperkuat kemampuan kami dalam mendukung seluruh siklus pemasaran dan konten melalui Canva Grow, mulai dari perencanaan, pembuatan, publikasi, hingga optimasi di berbagai kanal.”
Canva Grow sendiri merupakan alat milik Canva untuk pembuatan aset konten dan pengukuran performa. Akuisisi Simtheory dan Ortto menambah daftar panjang ekspansi Canva melalui strategi akuisisi.
Dua pekan sebelumnya, Canva membeli startup iklan luar ruang digital Doohly. Canva sebelumnya juga mengakuisisi Cavalry (animasi) dan MangoAI (optimasi iklan). Pada Januari 2025, Canva mengakuisisi startup intelijen pemasaran MagicBrief.
Dari sisi bisnis, Canva mencatat kinerja kuat. Pada akhir 2025, perusahaan ini membukukan pendapatan tahunan sebesar 4 miliar dolar AS, dengan lebih dari 265 juta pengguna, termasuk 31 juta pengguna berbayar.
Selain itu, Canva juga mencatat peningkatan 20 persen pada jumlah pengguna aktif bulanan, menandakan pertumbuhan yang terus berlanjut di tengah persaingan industri teknologi kreatif berbasis AI.





