Gegara Warisan Rp 1 Miliar, Pria di Lubuklinggau Dihabisi Kerabat di Depan Anak dan Istrinya, Korban Tewas Usai Alami Ini

grid.id
2 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID - Kejadian tragis di Lubuklinggau menewaskan seorang pria. Nahas, ia tewas ditusuk kerabat di hadapan anak dan istrinya pada Jumat (10/4/2026).

Peristiwa tragis tersebut terjadi di RT 05 Kelurahan Batu Urip, Kecamatan Lubuklinggau Utara II, Kota Lubuklinggau, saat korban sedang meninjau pembangunan rumah barunya. Kejadian tersebut dipicu oleh perselisihan keluarga.

Perkara warisan senilai Rp 1 miliar, seorang pria bernama Sugiansyah alias Yansyah harus meregang nyawa akibat tusukan. Pelaku diduga merupakan kerabat korban.

Pelaku diduga merasa kesal karena tak kunjung diberi jatah warisan yang dimaksud. Adapun kejadian penusukan Yansyah disaksikan oleh anak dan istrinya.

Dicatut dari Tribun-video.com, Sugiansyah alias Yansyah (36) warga Desa Muara Tiku, Karang Jaya, Muratara, Sumatra Selatan tewas ditusuk kerabatnya sendiri saat meninjau pembangunan rumahnya. Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (10/4/2026) sekira pukul 16.40 WIB.

Diketahui, empat kerabat Yansyah datang untuk menanyakan masalah warisan sebesar Rp1 miliar yang diterima korban. Mereka adalah Ariansyah, Ranawati, Fedril, dan Parid Pardian Mahardika atau Rarit.

Keempat orang itu mendatangi Yansyah yang tengah meninjau pembangunan rumahnya di RT 05 Kelurahan Batu Urip, Kecamatan Lubuklinggau Utara II, Kota Lubuklinggau.Diduga, keempat orang tersebut meminta pembagian uang warisan.

Mereka lantas mengeroyok pria 36 tahun itu dan menusuknya di depan anak dan istri Yansyah. Setelah kejadian, keempatnya langsung melarikan diri. Ria, istri Yahsyah, sontak berteriak meminta pertolongan pada warga sekitar dan membawa sang suami ke Rumah Sakit Ar Bunda Lubuklinggau.

Melansir Tribunbatam.id, peristiwa tragis terjadi di Kota Lubuklinggau. Seorang pria bernama Yansyah (36), warga Desa Muara Tiku, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), tewas setelah ditusuk di depan istri dan anaknya.

Kejadian tersebut berlangsung di RT 05 Kelurahan Batu Urip, Kecamatan Lubuklinggau Utara II, Jumat (10/4/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Pelaku diketahui bernama Parid (26), yang juga merupakan warga satu desa dengan korban.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa bermula saat korban bersama istri dan anaknya tengah mengontrol pembangunan rumah barunya yang sedang dikerjakan oleh tukang. Tak lama kemudian, pelaku datang dan menanyakan persoalan yang diduga terkait uang kepada korban.

 Baca Juga: Kronologi Siswa SMP di Siak Tewas Kena Ledakan Senapan Rakitan saat Ujian Praktik Sains, Polisi Selidiki Dugaan Kecelakaan!

 

Percakapan tersebut berujung cekcok mulut hingga terjadi perkelahian. Dalam pertikaian itu, pelaku kemudian menusuk korban sebanyak lima kali di bagian dada dan perut.

Istri dan anak korban serta para tukang yang berada di lokasi langsung berteriak meminta pertolongan. Warga sekitar pun berdatangan dan berupaya membawa korban ke RS AR Bunda Lubuklinggau.

Namun nahas, nyawa korban tidak dapat diselamatkan. Jenazah korban kemudian dibawa pihak keluarga ke kampung halamannya di Desa Muara Tiku, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Muratara.

Usai kejadian, petugas Inafis bersama Tim Macan Sat Reskrim Polres Lubuklinggau langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Kapolsek Lubuklinggau Utara, IPTU Sumardi Chandra melalui Kanit Reskrim Ipda Benny Kurniawan membenarkan peristiwa tersebut.

“Setelah menerima laporan, Tim Macan, Sat Intelkam dan Polsek Lubuklinggau Utara langsung melakukan penyelidikan,” ujar Benny, Sabtu (11/4/2026).

Dari hasil penyelidikan, polisi memperoleh informasi keberadaan pelaku di Kecamatan Muara Kelingi. Tim kemudian melakukan pengejaran hingga akhirnya pelaku berhasil ditangkap.

“Pelaku sudah diamankan dan dibawa ke Polres Lubuklinggau untuk pemeriksaan lebih lanjut,” ungkapnya.

Diketahui bahwa empat orang pelaku yang merupakan kerabat korban datang untuk menemui korban. Usai cekcok, salah seorang pelaku menusuk korban sebanyak lima kali di hadapan anak dan istri korban hingga korban tersungkur dan meninggal dunia. (*)

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ratusan Wasit dan Petugas Video Diterjunkan Untuk Kawal Piala Dunia 2026
• 39 menit lalubisnis.com
thumb
Cerita Ibu: Anak Lolos SNBP, Bangga dan Bahagia, tapi Khawatir Biaya Kuliah
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Pelibatan Hakim "Ad Hoc" dalam Penanganan Kasus Andrie Dinilai Tak Masuk Akal
• 1 jam lalukompas.id
thumb
KPK Tetapkan Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo Tersangka Pemerasan
• 2 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Mati-matian Jaga Anak, Na Daehoon Kecewa Safrie Ramadhan Kini Disebut Papa Tiri Gegara Ulah Jule: Tahu Dirilah!
• 7 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.