Studi Ungkap Menyusui Bantu Turunkan Berat Badan Ibu dalam Jangka Panjang

pantau.com
3 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Studi dari Universitas Oslo menunjukkan bahwa ibu yang menyusui setidaknya selama tiga bulan memperoleh manfaat jangka panjang berupa penurunan berat badan hingga 6,5 kilogram lebih rendah dibandingkan yang tidak menyusui.

Penelitian ini melibatkan lebih dari 170.000 wanita dalam Studi Wanita dan Kesehatan, termasuk ibu yang telah berhenti menyusui hingga usia 50 tahun.

Partisipan berasal dari kelompok wanita yang memiliki anak sejak tahun 1940-an, dengan efek paling terlihat pada mereka yang melahirkan setelah tahun 1980.

Peneliti menyatakan, "Kami menemukan bahwa mereka yang menyusui selama tiga hingga 15 bulan rata-rata mengalami penambahan berat badan hingga 6,5 kilogram lebih sedikit dari usia dewasa muda hingga usia paruh baya, dibandingkan dengan mereka yang hanya sedikit menyusui."

Perbedaan penurunan berat badan paling signifikan terjadi pada wanita yang sebelumnya mengalami kelebihan berat badan atau obesitas.

Pada wanita dengan berat badan normal, selisih penurunan berat badan sekitar 3 kilogram, sementara pada wanita dengan berat badan kurang efeknya relatif kecil.

Peneliti menjelaskan bahwa menyusui meningkatkan pengeluaran energi tubuh yang berkontribusi pada penurunan berat badan.

Namun, kondisi ini juga dapat memicu peningkatan nafsu makan pada sebagian ibu.

"Menyusui meningkatkan pengeluaran energi, jadi secara teori menyusui seharusnya berkontribusi pada penurunan berat badan. Tetapi justru karena pengeluaran energi meningkat, beberapa wanita juga akan mengalami peningkatan nafsu makan saat menyusui," ujar peneliti.

Di Norwegia, pemerintah merekomendasikan ibu untuk menyusui sebagian selama satu tahun atau lebih jika memungkinkan.

Penelitian ini juga menyoroti pentingnya dukungan bagi ibu, terutama yang mengalami obesitas, agar dapat menjalani proses menyusui dengan optimal.

"Kami melihat bahwa pemberian ASI setidaknya selama tiga bulan memiliki efek positif pada berat badan wanita di kemudian hari. Oleh karena itu, penting untuk memfasilitasi pemberian ASI, dan agar wanita yang ingin menyusui diberikan dukungan yang berkualitas," kata peneliti.

Dukungan tersebut dinilai tidak hanya bermanfaat bagi pertumbuhan anak, tetapi juga kesehatan jangka panjang ibu.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bung Binder Tak Habis Pikir, Sebut John Herdman dan Shin Tae-yong Sama-sama ‘Gila’ dalam Hal Ini di Timnas Indonesia
• 11 jam lalutvonenews.com
thumb
Ramalan Harga Emas Logam Mulia Tembus Rp3,1 Juta per Gram
• 5 jam lalubisnis.com
thumb
Alcaraz vs Sinner di Final Monte-Carlo, Perebutan Gelar dan Takhta Dunia
• 9 jam lalurepublika.co.id
thumb
Dubes Iran untuk RI Jelaskan Alasan Pilih Pakistan Jadi Juru Damai dengan AS
• 10 jam laludisway.id
thumb
Dubes Iran Usai Bersua dengan Megawati-Jokowi: Sebuah Kebanggaan jika Bertemu Presiden Prabowo
• 22 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.