Jakarta: Pihak Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Jawa Barat (Jabar) menanggapi kasus bayi nyaris hilang yang sempat menghebohkan publik. Mereka menegaskan tidak ada unsur kesengajaan dalam peristiwa ini, semua murni karena kelalaian petugas medis.
Direktur Utama (Dirut) RSHS Bandung Rachim Dinata Marsidi menyampaikan permohonan maaf kepada pihak keluarga korban atas kejadian kurang menyenangkan yang menimpanya. Mereka membantah adanya unsur kesengajaan yang dituduhkan oleh ibu korban, Nina Saleha.
"Saya meminta maaf atas ketidaknyamanan keluarga pasien dan saya ingin menjelaskan bahwa kejadian ini tidak ada unsur kriminal atau kesengajaan," ucap Rachim, dikutip dari Metro Siang, Metro TV, Minggu, 12 April 2026.
Rachim menjelaskan bahwa saat kejadian terdapat dua pasangan suami istri (pasutri) yang dijadwalkan menjemput bayi pada waktu yang bersamaan. Ia menegaskan bahwa kesalahan pemberian bayi di RSHS murni akibat kelalaian petugas medis, bukan karena adanya intervensi pihak luar.
"Karena di ruangan tersebut hanya ada sepasang pasutri dua pasang yang di mana dua-duanya pada hari itu akan membawa pasien atau bayinya karena sudah diperbolehkan untuk pulang. Jadi semuanya untuk masuk ke situ tidak ada yang bisa kalau tidak kami panggil," ujar Rachim.
Baca Juga: Bayi Laki-laki Hidup Ditemukan di Dekat SD Tarakanita I Kebayoran Baru
Sebelum diserahkan kepada orang tua, bayi akan dimandikan terlebih dahulu oleh perawat. Saat kejadian, perawat shift pagi bertugas memberikan edukasi sekaligus menjelaskan tata cara perawatan bayi kepada orang tua.
Pihak RSHS menjelaskan bahwa pelepasan gelang identitas bayi Nina terjadi karena kelalaian petugas yang melepasnya saat bayi hendak dimandikan, padahal seharusnya gelang tersebut baru dilepas ketika bayi diserahkan kepada orang tua.
"Memang gelang itu akan dilepas setelah diidentifikasikan dengan ibunya. Dan sebelum memandikan perawat kami juga mengatakan ke Ibu Nina bahwa 'betul ya Bu ini adalah bayinya laki-laki, ini gelangnya'. Salah satunya kekhilafan kami adalah setelah itu perawat kami memang melepas gelang itu," jelas Rachim.
(Alfiah Ziha Rahmatul Laili)




