Polemik War Tiket Haji, Bagaimana Wacana Ini Bermula?

kompas.com
16 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Dalam beberapa hari terkahir, wacana skema baru penyelenggaraan haji berupa "war tiket" muncul ke permukaan yang menjadi perbincangan.

Skema tersebut muncul dalam merespons panjangnya antrean haji di Indonesia di tengah terbatasnya kuota.

Untuk mengatasi panjangnya antrean haji di Indonesia, pemerintah lewat Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) pun mengkaji sejumlah sistem untuk mencari solusinya.

Baca juga: Menata Ulang Keadilan Haji: Dari Antrean Panjang Menuju Kepastian dan Kesiapan

Salah satunya adalah skema yang dilontarkan adalah war ticket, yang pertama kali keluar dari Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf.

Bagaimana Wacana War Tiket Haji Berawal?

Awalnya, Irfan menyoroti panjangnya antrean haji yang terjadi saat ini. Pernyataan tersebut disampaikan dalam Pembukaan Rakernas Konsolidasi Penyelenggaraan Ibadah Haji 1447 H/ 2026 M, di Asrama Haji Tangerang, Rabu (8/4/2026).

Antrean haji ini merupakan dampak dari meningkatnya jumlah pendaftar setiap tahunnya yang diikuti oleh keterbatasan kuota.

Pemerintah, kata Irfan, mulai mengkaji kembali sistem yang ada untuk mencari solusi untuk mengatasi persoalan antrean panjang ini.

Baca juga: Antrean Haji, War Ticket dan Jebakan Keuangan Haji

Saat itu, ia menjelaskan bahwa sebelum pengelolaan dana haji dilakukan secara terpusat seperti saat ini, antrean panjang keberangkatan belum menjadi persoalan utama.

Masyarakat pada masa itu dapat mendaftar dan berangkat dalam waktu relatif singkat. Namun, kondisi tersebut berubah seiring meningkatnya jumlah pendaftar dan keterbatasan kuota setiap tahun.

Irfan pun menyampaikan bahwa pihaknya mulai mempertimbangkan kembali apakah antrean panjang masih perlu dipertahankan.

"Ketika kita bicara tentang antrean haji, pemikiran kami di Kemenhaj, terutama Wamen, apakah perlu antrean yang begitu lama, apakah tidak perlu dipikirkan kembali sebelum ada BPKH,” ujarnya, dilihat di akun instagram resmi Kemenhaj @kemenhaj.ri.

Baca juga: Alasan Cak Imin Sebut Wacana War Ticket Haji Tidak Efektif

Ia menilai bahwa sebelum adanya Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), sistem keberangkatan tidak mengalami antrean panjang.

Dalam kesempatan itu, Irfan pun menyinggung kemungkinan penerapan sistem yang menyerupai mekanisme war tiket.

“Semacam war tiket,” ujar Irfan.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Gagasan ini muncul sebagai salah satu alternatif untuk mengatur keberangkatan haji tanpa antrean panjang. Namun, ia menegaskan bahwa penerapan sistem tersebut bukan hal yang mudah.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Arteta di Ujung Tanduk! Arsenal Siapkan Kejutan, Cesc Fabregas Bakal Pulang ke Emirates?
• 10 jam laluharianfajar
thumb
Banjir Reward! Kode Redeem FF Hari Ini 13 April 2026: Sikat Skin M1887 Rapper Underworld dan AK47 Blue Flame Draco Gratis
• 13 jam laluharianfajar
thumb
Trump Yakin Iran Akan Penuhi Tuntutan Amerika Serikat
• 11 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Ini Pernyataan Habib Aboe soal Ulama dan Narkoba yang Buat Dirinya Dipanggil MKD
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Elektrifikasi Jadi Tantangan Rencana Penambahan Rangkaian KRL Tanah Abang-Rangkasbitung
• 7 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.