Naik Water Taxi, Bandara–Canggu Cuma 30 Menit, Solusi Atasi Macet Bali

republika.co.id
9 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Perjalanan dari Bandara I Gusti Ngurah Rai ke Canggu yang selama ini bisa memakan waktu hingga dua jam, kini diproyeksikan hanya 30 menit, lewat jalur laut.

Gagasan tersebut menjadi bagian dari langkah strategis Kementerian Perhubungan dalam mempercepat pengembangan transportasi pariwisata di Bali, sekaligus menjawab persoalan klasik kemacetan yang kian terasa di kawasan selatan pulau tersebut.

Baca Juga
  • Erick Thohir Ungkap Piala Presiden 2026 Berpeluang Pakai Format Baru
  • Iran Siap Damai dengan AS Asalkan Kepentingan Nasional Mereka tidak Dilanggar
  • Rusia Kaji Bangun Pembangkit Nuklir di Bulan, Perebutan Sumber Daya Luar Angkasa Dimulai

Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, menyampaikan bahwa pengembangan water taxi dirancang untuk mengintegrasikan moda transportasi darat, laut, dan udara secara lebih efisien.

Menurutnya, jalur laut menawarkan alternatif nyata di tengah keterbatasan ruang jalan di Bali, khususnya di wilayah padat seperti Kabupaten Badung dan sekitarnya.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

“Water taxi dapat menghubungkan Bandara I Gusti Ngurah Rai dengan kawasan pariwisata Canggu dengan waktu tempuh yang jauh lebih singkat,” ujar Dudy dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR RI di Jakarta.

Saat ini, proyek tersebut masih dalam tahap penyusunan studi Detail Engineering Design (DED) oleh PT ASDP Indonesia Ferry, sebelum masuk ke tahap konstruksi.

Jika berjalan sesuai rencana, pembangunan fisik akan dimulai pada Agustus 2026 dan ditargetkan rampung pada Juli 2027.

Pengembangan water taxi ini dipandang sebagai solusi jangka menengah untuk mengurai kepadatan lalu lintas yang selama ini menjadi tantangan utama sektor pariwisata Bali.

Dalam beberapa tahun terakhir, lonjakan jumlah wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, tidak sepenuhnya diimbangi dengan kapasitas infrastruktur jalan.

Akibatnya, waktu tempuh antar destinasi wisata menjadi tidak efisien, bahkan dalam jarak yang relatif dekat.

Dengan memanfaatkan jalur laut, pemerintah berharap distribusi pergerakan wisatawan dapat lebih merata, sekaligus mengurangi tekanan pada jaringan jalan darat.

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
sumber : Antara
@font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Anggota DPR Tegaskan Tak Ada Dasar Hukum Pesawat Militer AS Bebas Terbang di Langit RI
• 3 jam lalukompas.com
thumb
Serangan Israel di Lebanon Bunuh Anak Perempuan Saat Mengubur Jasad Ayahnya
• 8 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Piala AFF Futsal 2026: Thailand Dominan, Indonesia Takluk di Final
• 19 jam lalumedcom.id
thumb
Pramono Anung Targetkan Penataan Pedestrian Rasuna Said Rampung pada Tanggal Ini
• 2 jam laluliputan6.com
thumb
Harga Minyak Tembus USD100/Barel Usai Diplomasi AS–Iran Buntu
• 4 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.