REPUBLIKA.CO.ID, PARIS -- Media Intelligence Online melaporkan, Presiden Indonesia Prabowo Subianto diperkirakan akan tiba di Paris pada 14 April. Kabar tentang potensi kunjungan tersebut telah meningkatkan harapan di Dassault Aviation, yang masih berupaya agar Jakarta menandatangani kontrak untuk pengadaan 18 jet tempur Rafale baru.
Dalam artikel eksklusif berjudul "Indonesian President's Potential Paris Trip Raises Hopes at Dassault", diulas jika kunjungan orang nomor satu di Indonesia bukan sekadar pertemuan diplomatik biasa. Kedatangan Prabowo bisa membawa angin segar sekaligus harapan besar bagi raksasa kedirgantaraan Prancis, Dassault Aviation.
- Kepala Negara Resmikan Pabrik Bus Listrik Transjakarta di Magelang
- Taklimat Prabowo: Bahaya Hoaks, Ancaman Krisis Energi, dan Pemerintah Efektif
- Indonesia Beli 42 Jet Rafale, Dubes Prancis Ingin Terus Kolaborasi
Sebelumnya, media yang sama membuat artikel tentang Wakil Atase Pertahanan Angkatan Udara dan Antariksa dijadwalkan bergabung dengan misi pertahanan Prancis di Indonesia pada musim panas ini. Langkah tersebut merupakan tanda tekanan yang dilakukan Kementerian Pertahanan (Kemenhan) Prancis dan Dassault Aviation untuk merampungkan penjualan 18 jet tempur Rafale ke TNI AU.
Kemenhan RI saat ini, sudah menekan kontrak pembelian 42 jet Rafale. Namun, terdapat opsi penambahan 18 unit jet tempur generasi 4,5 tersebut untuk memperkuat armada udara Indonesia. Hal itulah yang membuat Paris mendorong Jakarta untuk merampungkan pembelian.




