Respons Kubu JK Usai Dilaporkan ke Polda Metro: Pernyataannya Dipotong

okezone.com
3 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) ke-10 dan ke-13 Jusuf Kalla (JK) dilaporkan Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (DPP GAMKI) bersama lembaga Kristen dan organisasi kemasyarakatan lain ke Polda Metro Jaya.

Pelaporan tersebut terkait pernyataan "mati syahid" yang disampaikan JK dalam sebuah ceramah di Masjid Universitas Gadjah Mada (UGM) yang kemudian viral di media sosial.

Juru Bicara (Jubir) JK, Husain Abdullah, mengatakan pihaknya masih belum bisa memberikan respons lebih lanjut mengenai pelaporan GAMKI ke Polda Metro Jaya. 

Baca Juga :
JK Dilaporkan ke Polda Metro Jaya Terkait Ceramah soal Mati Syahid

"Belum ada tanggapan karena masih kunjungan luar kota," kata Husain saat dikonfirmasi Okezone, Senin (13/4/2026).

Namun, Husain mengatakan agar pihak pelapor terlebih dahulu mengkaji secara utuh konteks pernyataan yang beredar. "Tapi sebelum melaporkan, sebaiknya mengkaji sebaik baiknya konten yang sedang viral. Karena terpotong dan diberi narasi yang melenceng dari substansinya," katanya.

Menurut Husain, inti ceramah JK pada 5 Maret itu merupakan pembelajaran tentang cara mendamaikan pihak-pihak yang bertikai, merujuk pada pengalaman konflik di Poso dan Ambon.

Baca Juga :
Jokowi Tolak Permintaan JK Tunjukkan Ijazah Asli, Hanya Dibuka di Persidangan!

Ia menjelaskan, JK saat itu mengungkapkan realitas sosiologis yang berkembang di tengah konflik. Kedua pihak—baik Muslim maupun Kristen—menggunakan jargon agama untuk membenarkan tindakan kekerasan.

"Inti pesan yang disampaikan Pak JK saat ceramah di UGM (5/3) adalah semacam pembelajara bagaimana mendamaikan dua pihak yang bertikai. Pak JK mengungkapkan pendapat orang orang yang bertikai pada saat kerusuhan Poso dan Ambon. Atau realitas sosiologis saat terjadi konflik. Bukan pendapat pribadi Pak JK," ujarnya.

"Realitasnya saat itu, kedua pihak yang berkonflik (Islam dan Kristen) menggunakan jargon agama untuk saling membunuh. Pemahaman mereka atau mereka beranggapan, baik yang Islam maupun yang Kristen jika membunuh lawan atau terbunuh akan masuk surga," jelas Husain.

Baca Juga :
Roy Suryo Cs Dukung JK Laporkan Rismon Sianipar

Karena itu, kata Husain, konflik Poso dan Ambon disebut konflik bernuansa SARA, yang sulit dihentikan. Bahkan, memakan korban jiwa ribuan orang dimana sebanyak 2.000 orang tewas di Poso, sedangkan di Ambon mencapai 5.000 orang tewas. 

 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Konflik Hormuz Memanas, Tugu Insurance Jamin Asuransi Kapal Tanker Pertamina
• 5 jam lalubisnis.com
thumb
Usai Dinonaktifkan Dedi Mulyadi, Gaji Kepala Samsat Soekarno Hatta Jadi Sorotan, Segini Penghasilannya!
• 14 jam lalutvonenews.com
thumb
Panas Isu NasDem-Gerindra Bersatu, Saan: Bahasanya Bukan Merger tapi Fusi
• 28 menit lalukumparan.com
thumb
Kemenperin Kawal Peningkatan TKDN Kendaraan Listrik, Minimal 80 Persen pada 2030
• 6 jam laluidxchannel.com
thumb
7 Tokoh Dirikan PBN, Dr. Zainun: Saatnya Bawean Bangkit sebagai Kekuatan Intelektual & Ekonomi
• 17 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.