Viktor Orban Tumbang usai Berkuasa 16 Tahun, Hungaria Alami "Gempa Politik" dan Berbalik ke Barat

kompas.tv
2 jam lalu
Cover Berita
Perdana Menteri Hungaria Viktor Orban (tengah) berpidato setelah pemilihan parlemen di Budapest, Hungaria, Minggu, 12 April 2026. (Sumber: AP Photo/Petr David Josek)

BUDAPEST, KOMPAS.TV - Kekuasaan panjang Perdana Menteri Hungaria Viktor Orban akhirnya runtuh dalam satu malam yang mengubah arah politik negara itu, Minggu (12/4/2026).

Dalam pemilu yang disebut sebagai “gempa politik Eropa”, pemilih menjatuhkan pemimpin yang telah berkuasa selama 16 tahun itu dan memilih Peter Magyar yang menjanjikan membawa negara itu kembali lebih dekat ke Barat.

Kemenangan Magyar menjadi penanda berakhirnya era Orban yang selama ini identik dengan nasionalisme konservatif, kebijakan kontroversial, dan hubungan yang kerap tegang dengan Uni Eropa. 

Dengan lebih dari 90 persen suara telah dihitung, partai Tisza yang dipimpin Magyar unggul jauh dengan perolehan di atas 53 persen, meninggalkan Fidesz milik Orban yang berada di kisaran 37 persen. 

Tingkat partisipasi yang mendekati 80 persen memperkuat legitimasi hasil tersebut sebagai mandat perubahan yang kuat dari publik.

Baca Juga: Hungaria Murka Diancam Zelenskyy, Gegara Ukraina Serang Pipa Minyak Rusia

Orban tidak menunggu lama untuk mengakui kekalahan. Ia menyebut hasil pemilu ini “menyakitkan”, tetapi tetap memberi selamat kepada pemenangnya dan menyatakan akan melanjutkan pengabdian dari kursi oposisi.

"Saya mengucapkan selamat kepada partai yang menang. Kami akan melayani bangsa Hungaria dan tanah air kami dari barisan oposisi," kata Orban kepada para pendukungnya, dikutip dari Associated Press.

Pernyataan itu sekaligus menutup satu bab panjang kepemimpinan yang dimulai sejak 2010 dan menjadikannya salah satu figur paling dominan di Eropa dalam dua dekade terakhir.

Euforia di Budapest

Di Budapest, suasana kemenangan langsung terasa di jalanan. Ribuan warga memadati kawasan sepanjang Sungai Danube, merayakan hasil pemilu dengan klakson kendaraan dan nyanyian. 

Di tengah euforia, terdengar teriakan “Russians go home” atau "orang-orang Rusia pulang", slogan yang memiliki akar historis sejak pemberontakan 1956 melawan pengaruh Soviet, dan kini kembali muncul sebagai simbol penolakan terhadap kedekatan Orban dengan Moskow.

Baca Juga: Warga Hungaria Dipaksa Wajib Militer di Ukraina Tewas Dipukuli, Hubungan Dua Negara Memanas

Hasil pemilu ini tidak hanya berdampak domestik. Di tingkat regional, kemenangan Magyar diperkirakan akan mengubah dinamika di Uni Eropa, di mana Orban selama ini dikenal sebagai salah satu penghambat utama keputusan penting, termasuk terkait dukungan terhadap Ukraina. 

Selama bertahun-tahun, Hungaria di bawah Orban kerap memanfaatkan hak veto untuk menahan kebijakan bersama, memicu frustrasi di antara negara-negara anggota Uni Eropa lain.

Penulis : Rizky L Pratama Editor : Edy-A.-Putra

1
2
Show All

Sumber : Associated Press

Tag
  • pemilu hungaria 2026
  • viktor orban kalah
  • hasil pemilu hungaria
  • uni eropa
  • viktor orban
  • peter magyar
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Angkutan Barang KAI Daop 7 Madiun Alami Kenaikan 5,2% di Triwulan I 2026
• 11 jam lalurepublika.co.id
thumb
Viktor Orbán Tumbang Usai 16 Tahun Berkuasa Di Hungaria
• 6 jam lalutvrinews.com
thumb
Jangan Hanya Didenda, Pemilik Perusahaan Pelanggar Izin Kawasan Hutan Rp11, 4 T Wajib Diadili!
• 2 jam laludisway.id
thumb
Terdakwa Pembunuhan Kepala Cabang Bank Ajukan Eksepsi
• 2 jam lalutvrinews.com
thumb
Masih dalam Tren Positif, Begini Proyeksi Harga Emas
• 12 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.