Grid.ID - Menjelang hari pernikahan, Syifa Hadju mengaku mengalami perubahan dalam pola tidurnya. Ia menyebut dirinya kini sering mengalami insomnia dan sulit beristirahat dengan tenang.
Kondisi tersebut muncul di tengah persiapan pernikahannya dengan El Rumi. Berbagai hal yang harus dipersiapkan membuat pikirannya terus aktif.
Syifa mengungkapkan bahwa dirinya termasuk tipe orang yang suka merencanakan segala sesuatu. Ia bahkan sudah mempersiapkan pernikahannya sejak jauh hari.
“Aku tuh orangnya planner banget,” ujar Syifa Hadju dikutip melalui tayangan C8 Podcast, Minggu (12/4/2026).
Namun, menjelang hari pernikahan, ia justru merasa banyak hal yang belum terselesaikan. Hal-hal kecil yang sebelumnya dianggap sepele ternyata cukup menyita perhatian.
“Tiba-tiba pas sudah dekat malah banyak yang belum diurus,” katanya.
Rasa cemas tersebut berdampak pada kondisi tidurnya. Syifa yang sebelumnya mudah tidur kini justru mengalami kesulitan.
“Aku tuh biasanya gampang tidur, sekarang jadi susah,” ungkapnya.
Ia mengaku hampir setiap malam tidak bisa berhenti berpikir. Berbagai hal terkait persiapan pernikahan terus muncul di pikirannya.
“Kayak nggak berhenti mikir, ini sudah belum, itu sudah belum,” ucap calon istri El Rumi.
Bahkan, ia sering terbangun di tengah malam untuk memastikan sesuatu. Kebiasaan ini membuat waktu istirahatnya semakin terganggu.
“Kadang kebangun, terus langsung pegang handphone,” katanya.
Syifa menyebut dirinya sering mengirim pesan di tengah malam. Hal itu dilakukan agar tidak lupa dengan hal yang dipikirkannya.
“Aku izin chat sebelum lupa,” ujarnya.
Meski melelahkan, Syifa tetap berusaha menikmati proses tersebut. Ia menyadari bahwa fase ini merupakan bagian dari perjalanan menuju hari bahagia.
Ia juga belajar bahwa persiapan pernikahan tidak selalu berjalan sesuai rencana. Ada banyak hal yang baru ia pahami saat sudah mendekati hari H.
Menurutnya, vendor pernikahan justru lebih aktif bekerja saat mendekati waktu acara. Hal ini membuat beberapa proses terasa berjalan mendadak.
“Vendor biasanya lebih efektif di mepet-mepet,” katanya.
Meski menghadapi berbagai tantangan, Syifa tetap berusaha menjaga kondisi dirinya. Ia ingin semua berjalan lancar hingga hari pernikahan tiba.
Dukungan dari orang-orang terdekat juga menjadi kekuatan baginya. Ia berharap semua persiapan dapat terselesaikan dengan baik.
Kini, Syifa hanya bisa berusaha menjalani setiap proses dengan sebaik mungkin. Ia berharap momen pernikahannya nanti dapat berjalan sesuai harapan.
Kisah ini menunjukkan bahwa di balik kebahagiaan pernikahan, ada proses panjang yang penuh tantangan. Termasuk rasa cemas yang dirasakan oleh calon pengantin. (*)
Artikel Asli




