Ibu yang Hampir Kehilangan Bayinya Melayangkan Somasi ke RSHS

kompas.id
5 jam lalu
Cover Berita

BANDUNG, KOMPAS-Nina Saleha (27), ibu yang hampir kehilangan bayinya melayangkan somasi pada Rumah Sakit Hasan Sadikin, Bandung, Senin (13/4/2026). Dia dan kuasa hukumnya curiga ada upaya percobaan penculikan anak di rumah sakit rujukan nasional itu.

Tim kuasa hukum bersama Nina mendatangi Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) pada Senin sekitar pukul 09.00 WIB. Kedua advokat yang mendampingi Nina adalah Mira Widyawati dan Krisna Murti.

Dalam surat somasi tersebut, kuasa hukum meminta klarifikasi pihak rumah sakit dan upaya untuk mengusut tuntas kasus tersebut.

Baca JugaBayi Nyaris Tertukar di RSHS, SOP dan Pengawasan Kembali Disorot

Krisna Mukti, selaku kuasa hukum Nina mengatakan, memberikan batas waktu 3x24 jam bagi RSHS untuk memberikan jawaban atas surat somasi tersebut. Jika tidak ada balasan, permasalahan ini akan dilanjutkan ke ranah hukum.

Ia pun membantah siaran pers RSHS Bandung pada Jumat pekan lalu yang menyatakan telah ada kesepakatan damai antara Nina dan pihak rumah sakit.

"Klien kami menerima permintaan maaf RSHS, namun jika ditemukan unsur pidana harus diproses hukum. Surat somasi juga dilayangkan ke Kementerian Kesehatan, " tegasnya.

Dugaan penculikan

Ia mengungkapkan, bayi Nina sempat dibawa seorang pria dan perempuan yang menggunakan masker hingga akhirnya direbut kembali. Anehnya, petugas keamanan rumah sakit tidak menghentikan aksi tersebut malah diduga mengintimidasi Nina.

Menurutnya, hal tersebut terkesan adanya unsur percobaan penculikan anak. Karena itu, pihak RSHS dituntut untuk membuka rekaman CCTV atau kamera pemantau di lokasi saat terjadi peristiwa tersebut.

"Petugas keamanan tidak mencegah aksi tersebut. Mereka malah meminta telepon selulernya. Diduga mereka mau menghapus gambar dan video terkait masalah ini, " ungkapnya.

Ia menambahkan, Nina trauma dan terganggu psikisnya akibat masalah yang tersebut. "Klien kami seharusnya ada jadwal berobat untuk anaknya di rumah sakit ini. Namun, dia belum berani untuk melakukannya, " tambahnya.

Sementara, Mira Widyawati, tim kuasa hukum lainnya menegaskan, akan melaporkan masalah ini Bareskrim Polri jika tidak ada jawaban terkait somasi dari pihak RSHS. Sebab, diduga ada percobaan penculikan dalam kasus ini.

Ia pun mengungkapkan, ada kejanggalan saat Nina mengambil anaknya dari seorang pria dan perempuan. Mereka tidak melakukan perlawanan dan tampak kebingungan.

"Ada beberapa unsur dalam dugaan percobaan penculikan, antara lain tindak pidana perdagangan orang dan penjualan organ manusia, " tuturnya.

Ia pun menyesalkan oknum tenaga kesehatan itu mendapat sanksi ringan hanya dinonaktifkan sementara dan surat peringatan. Pihak RSHS terkesan tertutup terkait tenaga kesehatan yang terlibat dalam kejadian ini.

"Kami menuntut RSHS membuka informasi tenaga kesehatan yang terlibat dan memberikan sanksi berat diberhentikan dari pekerjaannya, " ucapnya.

Belum respons

Manajemen RSHS Bandung belum merespon surat somasi yang dilayangkan tim kuasa hukum Nina hingga Senin siang. Sebelumnya Direktur Utama RSHS Bandung Rachim Dinata Marsidi saat dihubungi Jumat pekan lalu menyatakan tidak ada unsur kriminal dalam peristiwa ini.

Pihak RSHS mengakui, kesalahan ini diduga dilakukan perawat senior yang telah berstatus ASN. Dia telah bertugas sekitar 20 tahun. Atas kelalaiannya, perawat itu untuk sementara dinonaktifkan dari pelayanan.

"Tidak ada unsur kriminal. Perawat saat itu sedang menangani banyak pasien di ruang perawatan,” ujar Rachim.

Ia menegaskan, pihaknya telah menjatuhkan sejumlah sanksi bagi seorang perawat yang diduga melakukan kelalaian dalam peristiwa itu.

Sanksi bagi perawat tersebut berupa teguran, dinonaktifkan sementara dari pelayanan dan mendapatkan surat peringatan (SP) 1.

"Perawatnya dinonaktifkan dan dipindahkan ke bagian yg tidak melayani pasien. Kami siap untuk dievaluasi Kementerian Kesehatan, " kata Rachim.

Baca JugaWarga Hampir Kehilangan Bayinya di RSHS Bandung,  Perawat yang Lalai Dikenai Sanksi

Sebelumnya, Nina Saleha hampir kehilangan bayi yang merupakan anak ketiganya pada Rabu (8/4) pagi di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Dia baru melahirkan tanggal 1 April 2026 lalu.

Saat itu, Nina sedang keluar sejenak untuk makan. Sementara anaknya tengah berada di ruang perawatan khusus bayi.

Saat kembali, dia tak menemukan anaknya. Ternyata anaknya tengah digendong seorang perempuan dan pria di ruang tunggu. Nina segera mengambil anaknya.

Nina sempat mempermasalahkan peristiwa ini dengan perawat di ruangan itu. Namun ia hanya mendapatkan jawaban bila dirinya sempat dipanggil namun tidak segera datang. Mereka pun menyerahkan bayinya ke orang lain.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Hey Riza Chalid, Menyerahlah: Asetmu Terus Diburu!
• 22 jam laludisway.id
thumb
Perangkat Baru Tanjungrejo Siap Perkuat Kualitas Layanan Masyarakat
• 3 jam lalueranasional.com
thumb
Potensi dan Tantangan Tambang Emas Rakyat, Pemerintah Pastikan Sinergi Pusat-Daerah
• 23 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Survei Poltracking: Tingkat Kepuasan Publik Kinerja Prabowo-Gibran 74,9 Persen
• 34 menit laluliputan6.com
thumb
Peringatan Dini Cuaca Jabodetabek hingga 16 April 2026: Hujan Lebat-Sangat Lebat
• 20 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.