Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melancarkan kritikan terhadap Paus Leo XIV. Dia mengatakan dengan mengatakan pemimpin Gereja Katolik kelahiran AS itu tak melakukan pekerjaan yang sangat baik sekaligus orang yang sangat liberal.
Kritikan itu dilontarkan Trump menggunakan unggahan media sosial yang panjang untuk mengkritik Paus Leo. Secara terpisah, kritik juga disampaikan Trump saat menjawab pertanyaan awak media.
"Saya bukan penggemar Paus Leo," kata Trump di atas pesawat kepresidenan AS pada Minggu (12/4) atau Senin (13/4) WIB dikutip dari The Guardian.
Komentar Trump muncul setelah Paus Leo menyatakan pada akhir pekan bahwa "khayalan kemahakuasaan" sedang memicu perang AS-Israel di Iran. Dalam akun media sosial Truth Social, Trump menyebut Paus Leo lemah dalam menangani kejahatan dan buruk dalam kebijakan luar negeri.
“Saya tidak menginginkan seorang Paus yang berpikir bahwa Iran boleh memiliki senjata nuklir," kata Trump.
Trump mengatakan, dirinya tak menginginkan Paus yang menganggap langkah AS menyerang Venezuela adalah kesalahan. Menurutnya, Venezuela adalah negara yang kerap memasok narkoba ke AS.
Tak hanya itu, Trump mengatakan paus bernama asli Robert Prevost itu bisa memimpin Gereja Katolik karena peran politikus Partai Republik tersebut.
"Jika saya tidak berada di Gedung Putih, Leo tidak akan berada di Vatikan," katanya.
Paus Leo beberapa kali menyuarakan penentangan atas perang. Pernyataan terbaru disampaikannya saat memimpin kebaktian doa malam di Basilika Santo Petrus pada hari Sabtu (11/4).
Paus tidak menyebut Amerika Serikat atau Trump secara langsung. Namun, nada dan pesannya tampaknya ditujukan kepada Trump dan para pejabat AS, yang memamerkan keunggulan militer AS dan membenarkan perang tersebut dengan alasan keagamaan.
Meskipun bukan hal yang aneh bagi pemimpin Gereja Katolik dan presiden untuk memiliki pandangan yang berbeda, sangat jarang bagi Paus untuk mengkritik pemimpin AS, begitu pula sebaliknya.




