jpnn.com, JAKARTA - Praktisi hukum Ferdinand Hutahaean menuntut klarifikasi dan permintaan maaf dari Wapres kesepuluh RI Jusuf Kalla (JK).
Sebelumnya, JK membuat heboh di jagad maya karena isi ceramahnya perihal syahid.
BACA JUGA: JK Didorong Bicara Langsung kepada Prabowo
Ferdinand menuntut permintaan maaf dan klarifikasi melalui somasi terhadap JK yang dilayangkan pada Sabtu (11/4).
"Kenapa saya harus menyomasi saudara Jusuf Kalla dan saya berharap beliau memberikan klarifikasi dan meminta maaf," ungkap dia kepada awak media, Senin (13/4).
BACA JUGA: Ferdinand Ungkap Alasan Menyomasi Jusuf Kalla, Singgung Video soal Syahid
Video JK berceramah di sebuah masjid menjadi heboh setelah menyinggung Islam dan Kristen memiliki dogma syahid dalam konflik antaragama.
Ferdinand menuturkan isi ceramah JK sebenarnya memenuhi tiga unsur pidana, yakni penyebaran hoaks, penistaan agama, serta provokasi.
BACA JUGA: DPP PATRIA PMKRI Undang Jusuf Kalla Berdialog Tentang Merawat Kebangsaan
"Ceramah tersebut juga memenuhi unsur provokasi, karena pernyataan Islam dan Kristen kalau membunuh yang lain itu syahid," ujar dia.
Selain itu, lanjut Ferdinand, ceramah JK berpotensi memunculkan kaos ketika didengar oleh orang yang rendah pemahaman tentang keagamaan.
"Ini bisa menciptakan potensi chaos yang sangat besar berbasis identitas agama dan konflik atas nama agama bisa pecah di republik ini," lanjutnya.
Menurut Ferdinand, somasi akan berubah menjadi laporan kepada polisi andai JK tak menyampaikan klarifikasi dan permintaan maaf.
"Jadi, kalau saudara Jusuf Kalla tidak melakukan permintaan maaf, saya akan mengambil langkah hukum dengan melaporkan yang bersangkutan karena tiga hal tadi, penyebaran hoaks, penistaan agama, dan provokasi," ungkap Ferdinand. (ast/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Jusuf Kalla Meresmikan Masjid As-Sholihin Yokohama
Redaktur : M. Rasyid Ridha
Reporter : Aristo Setiawan



