OJK Dorong Pemanfaatan Asuransi Properti di Program 3 Juta Rumah, Begini Skemanya

viva.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun, Ogi Prastomiyono menyampaikan, pihaknya berencana mendorong asuransi properti dalam program 3 juta rumah.

Dia menyebut, program ini memiliki tenor panjang hingga 20 tahun, yang memerlukan mitigasi atas risiko seperti meninggal dunia bagi debitur, gempa bumi, kebakaran, dan banjir.

Baca Juga :
Punya Catatan Utang di SLIK di Bawah Rp 1 Juta Kini Bukan Hambatan dapat Kredit Rumah Subsidi
Biaya Kesehatan Mandiri di RI Tembus Rp 175 Triliun, OJK Dorong Pemanfaatan Asuransi

Dia menjelaskan, terkait skema pembiayaan premi, Ogi menjelaskan bahwa saat ini pihaknya masih membahas seuumlah opsi yang memungkinkan bagi hal tersebut.

Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK, Ogi Prastomiyono
Photo :
  • [Mohammad Yudha Prasetya]

Selain itu, OJK juga membuka opsi subsidi pemerintah hingga skema blended, dalam fasilitas pembiayaan perumahan rakyat yang menjadi salah satu dari Program Strategis Nasional (PSN) tersebut.

"Masalah teknisnya sekarang kita bicarakan, apakah itu premi itu ditanggung oleh pemerintah, memberikan subsidi atau itu blended di dalam program pemberian fasilitas rumah rakyat," kata Ogi di kawasan SCBD, Sudirman, Jakarta Selatan, Senin, 13 April 2026.

Sebelumnya, Ogi juga menyampaikan bahwa saat ini belanja kesehatan mandiri (out of pocket) masyarakat telah mencapai hingga Rp 175 triliun. 

Karenanya, Ogi mengaku bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah guna menekan angka belanja kesehatan mandiri masyarakat tersebut, sambil mendorong masyarakat untuk mulai memanfaatkan jaminan asuransi.

Terlebih, Ogi menjabarkan bahwa saat ini porsi masyarakat yang masih membayar biaya kesehatan secara mandiri tercatat masih berada di angka 28,8 persen.

"Masyarakat yang belum menggunakan produk untuk program kesehatan, baik BPJS maupun asuransi kesehatan yang mirip komersial itu, masih cukup besar," kata Ogi.

"Ada 28,8 persen dari total pembelanjaan kesehatan itu masih bayar pakai uang sendiri atau disebut dengan out of pocket, yang jumlahnya itu Rp 175 triliun. Nah itu yang kita mau turunkan," ujarnya.

Baca Juga :
Dorong Asuransi & Dapen Giat Investasi di Pasar Modal, OJK Godok Produk Rendah Risiko
PPRO Kembangkan Fasilitas Proyek Hunian Dorong Kinerja Bisnis Berkelanjutan
FTSE Russell Pertahankan Status Pasar Modal RI, Indonesia Setara China

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pidato Saat Acara Halalbihalal PDIP Jatim, Said Abdullah Singgung Ancaman Era Post-Truth
• 23 jam lalujpnn.com
thumb
INFOGRAFIK: Harga Tiket Pesawat Naik Gara-gara Avtur
• 10 jam lalukatadata.co.id
thumb
Gerindra dan Nasdem Bakal Melebur Jadi Satu, Saan Kaget
• 2 jam lalujpnn.com
thumb
Rumah untuk Rakyat: Antara Mandat Konstitusi dan Komodifikasi Lahan
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Donald Trump Kritik Paus Leo XIV usai Disentil Soal Perang Iran
• 4 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.