Pergi Pagi Pulang Siang, Penjual Bubur Tambun Bisa Raup Omzet Rp 1,2 Juta

kompas.com
6 jam lalu
Cover Berita

BEKASI, KOMPAS.com – Dari usaha berjualan bubur ayam, Muhammad Razas Saputra (29) mampu meraup omzet jutaan rupiah hanya dalam setengah hari.

Setiap harinya, warga Kampung Buwek, Desa Sumberjaya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi ini harus menempuh perjalanan puluhan kilometer untuk menuju Tebet, Jakarta Selatan, demi mempertahankan penghasilan dan menghidupi keluarganya.

"Saya biasanya membawa sekitar 100 porsi dengan harga Rp 12.000 per porsi, sehingga omzetnya bisa mencapai sekitar Rp 1,2 juta per hari,” jelas Razas saat ditemui Kompas.com, Sabtu (11/4/2026).

Baca juga: Sulit Cari Kerja, Razas Teruskan Warisan Ayah Jadi Penjual Bubur Tambun

Alasannya berjualan ke Jakarta karena telah memiliki pelanggan setia selama bertahun-tahun.

"Biasanya mereka memesan dulu lewat Whatsapp, jadi saya tinggal mengantarkan, sisanya menunggu pembeli,” ujar dia.

Kegigihan Razas dalam menempuh jarak yang cukup jauh setiap hari kerap mendapat perhatian dari para pelanggannya.

“Mereka biasanya kaget karena jaraknya cukup jauh, tetapi saya percaya rezeki sudah ada di sana,” kata dia.

Untuk melayani pelanggan tepat waktu, Razas harus memulai aktivitasnya sejak dini hari.

Ia bangun sekitar pukul 02.30 WIB untuk memasak bubur yang kemudian matang sekitar pukul 04.00 WIB. Setelah itu, ia bersiap berangkat menuju lokasi berjualan.

“Biasanya sudah berangkat sekitar pukul 04.30 dan sampai di Tebet sekitar pukul 06.00,” kata dia.

Baca juga: Di Balik Semangkuk Bubur Tambun, Ada Penyuplai Bahan Baku yang Raup Omzet Rp 10 Juta

Jika dagangan cepat habis, Razas dapat kembali pulang sekitar pukul 11.00 dan tiba di Bekasi antara pukul 12.00 hingga 12.30 WIB.

Meski memiliki omzet yang menjanjikan, usaha ini juga membutuhkan modal yang tidak sedikit. Biaya bahan baku mencapai sekitar Rp 350.000 per hari.

Jika ditambah dengan kebutuhan kemasan seperti styrofoam dan plastik yang harganya meningkat hingga 40 persen, total modal harian bisa mencapai Rp 600.000.

“Ya namanya orang dagang, ya. Kadang habis, kadang enggak. Jadi enggak selalu stabil untungnya,” ujar dia.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Dalam berjualan, Razas mengaku mengalami sejumlah kendala. seperti kemacetan dan masalah pada sepeda motor yang digunakannya untuk berdagang.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tembus Rp3,28 Triliun, Askrindo Syariah Catat Aset Terbesar di Industri Penjaminan Syariah Indonesia
• 13 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Jona Kantongi Dukungan Hipmi Banten Jelang Munas
• 1 jam lalurepublika.co.id
thumb
BIGBANG Tampil di Coachella 2026, Comeback Usai 4 Tahun Vakum
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
WFH ASN Kota Kediri Mulai 17 April, 40 Persen Kerja dari Rumah, Siap Disidak dan Wajib Absen 3 Kali
• 6 jam lalurealita.co
thumb
Aljazair Jadi Tujuan Perdana Kunjungan Luar Negeri Paus Leo XIV
• 8 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.