Madu Hutan Kalsel dan Boneka Bekantan Jadi Primadona di Pameran TMII

metrotvnews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Provinsi Kalimantan Selatan terus mendorong produk lokal agar mampu bersaing di kancah nasional maupun internasional. Salah satu caranya, ambil bagian dalam pameran-pameran untuk memperluas jejaring pasar.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kalsel, Rahmadin, saat meninjau stan pameran produk unggulan Banua pada Peresmian Dermaga Pasar Terapung kawasan Danau Air Tawar Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta.

"Banyak hal yang kita lakukan, salah satunya dengan menggandeng seluruh pelaku usaha mikro dan kecil di Kalimantan Selatan untuk mempromosikan produk mereka secara lebih luas," ujar Rahmadi dalam keterangannya, Senin, 13 April 2026.

Baca Juga :

  UMKM Roti Bekatul Semarang Tembus Pasar Ekspor, Ubah Limbah Jadi Produk Bernilai Tinggi  
?Antusiasme pengunjung terhadap produk khas Kalimantan Selatan juga terbilang tinggi. Rahmadin mengungkapkan beberapa produk bahkan menjadi incaran para pembeli, termasuk tamu dari mancanegara.

?"Ada beberapa UMKM yang produknya sudah habis terjual atau diborong. Produk yang paling diminati antara lain Madu Hutan asli Kalsel dan Boneka Bekantan," tambah Rahmadin.

Pameran UMKM Kalsel di TMII. Istimewa.

?Tingginya minat terhadap Boneka Bekantan bukan tanpa alasan. Selain bentuknya yang unik dan menjadi ikon fauna Kalimantan Selatan, ukurannya yang kecil membuatnya praktis untuk dibawa sebagai buah tangan atau souvenir.

“Bahkan, delegasi dari Kedutaan Besar Sudan yang hadir dalam acara tersebut turut memberikan apresiasi dan tertarik membeli produk-produk UMKM Kalsel,” tambahnya.

?Dinas Koperasi dan UMKM Kalsel berharap promosi produk Banua dapat semakin masif, tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga merambah pasar global.

“Keberhasilan dalam pameran ini diharapkan menjadi pemicu semangat bagi para pelaku UMKM lainnya untuk terus berinovasi dan menjaga kualitas produk mereka," ujar Rahmadi.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Penyusunan Ulang Buku Sejarah MPR Ditargetkan Rampung Agustus 2026
• 4 jam laludetik.com
thumb
Suara Tak Terdengar: Potret Obrolan Warganet soal ADHD
• 13 jam lalukompas.id
thumb
DPR Tak Pernah Diinformasikan Pemerintah soal Perjanjian Overflight Clearance AS
• 5 jam lalujpnn.com
thumb
Ketika Isi Ceramah Jusuf Kalla Dipersoal, GAMKI dan Pemuda Katolik: Harus Diselesaikan Secara Hukum
• 4 jam laludisway.id
thumb
Kemensos Jajaki Kerja Sama Kirim Lulusan Sekolah Rakyat Bekerja di Jepang
• 1 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.