TEHERAN, KOMPAS.TV — Iran memperingatkan tidak ada satu pun pelabuhan di kawasan Teluk yang akan aman jika fasilitas mereka diserang, menyusul rencana blokade Amerika Serikat di tengah konflik yang terus memanas.
Ancaman ini langsung mengguncang pasar global, mendorong lonjakan harga minyak dan menekan bursa saham di Asia.
Pernyataan tersebut disampaikan melalui media pemerintah Islamic Republic of Iran Broadcasting, yang mengutip pernyataan militer Iran.
“Keamanan di Teluk Persia dan Laut Oman adalah untuk semua atau tidak untuk siapa pun. Tidak ada pelabuhan di kawasan yang akan aman,” demikian peringatan yang disampaikan dikutip dari Associated Press.
Baca Juga: Iran Respons Langkah Trump Mau Blokade Selat Hormuz
Ancaman ini menandai eskalasi signifikan, karena tidak lagi terbatas pada konflik antara Iran dan Amerika Serikat, melainkan berpotensi melibatkan seluruh jalur perdagangan energi global.
Kawasan Teluk Persia dan Laut Oman merupakan jalur vital distribusi minyak dunia, sehingga setiap gangguan langsung berdampak pada pasar internasional.
Langkah Iran tersebut muncul setelah Washington mengumumkan rencana blokade terhadap kapal yang menuju atau keluar dari pelabuhan Iran, termasuk yang melintasi Selat Hormuz.
Sejak akhir Februari, lalu lintas di jalur strategis itu dilaporkan telah menurun drastis, bahkan nyaris terhenti akibat meningkatnya risiko keamanan.
Dampaknya segera terasa di pasar energi. Harga minyak mentah Amerika Serikat melonjak sekitar 6,71 dollar AS atau hampir 7 persen menjadi 103,28 dollar AS per barel.
Penulis : Rizky L Pratama Editor : Deni-Muliya
Sumber : Associated Press
- Iran ancam pelabuhan
- harga minyak naik
- Selat Hormuz
- konflik AS Iran
- minyak Brent
- bursa Asia turun





