FAJAR, MAKASSAR — Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar sosialisasi penguatan pembangunan Zona Integritas (ZI) di lingkungan kampus, Senin (13/04). Kegiatan ini menghadirkan Andi Rahadian, Asisten Deputi Koordinasi Pelaksanaan Kebijakan dan Evaluasi Reformasi Birokrasi, Akuntabilitas Aparatur, dan Pengawasan Wilayah III pada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB).
Di tengah tuntutan tata kelola perguruan tinggi yang semakin transparan dan akuntabel, Unhas menegaskan komitmennya menjadikan integritas sebagai budaya institusi. Bagi Unhas, Zona Integritas bukan sekadar prosedur, dokumen, atau indikator penilaian, melainkan sumber semangat kerja yang hidup dalam praktik sehari-hari sivitas akademika.
Rektor Unhas, Jamaluddin Jompa, menilai cara pandang tersebut penting di tengah kecenderungan sebagian institusi yang masih memaknai ZI sebagai kewajiban administratif semata. Ia menekankan agar nilai-nilai integritas meresap di seluruh unit kerja.
“Zona Integritas idealnya menjadi ‘DNA’ institusi—sesuatu yang melekat, tidak terlihat, tetapi terasa dalam setiap keputusan dan tindakan,” ujar Prof JJ.
Ia juga menegaskan peran pimpinan sebagai kunci utama dalam membangun budaya integritas. Menurutnya, integritas tidak cukup diatur, tetapi harus dicontohkan secara nyata.
“Kita mengharapkan para pimpinan menjadi role model, sehingga mampu membangun kepercayaan dan konsistensi di tingkat unit kerja,” jelasnya.
Dalam implementasinya, Unhas menyadari masih terdapat berbagai tantangan dan dinamika organisasi. Karena itu, pendekatan yang dilakukan tidak hanya melalui penegakan aturan, tetapi juga pembenahan sistem dan perubahan pola pikir.
Sejumlah langkah telah ditempuh, mulai dari penyusunan standar operasional prosedur (SOP) yang lebih rinci hingga penguatan mekanisme pelaporan. Sistem ini dirancang untuk memastikan setiap proses berjalan adil dan transparan, sekaligus membuka ruang perbaikan berkelanjutan.
Prof JJ menegaskan, integritas merupakan aset strategis dalam menjaga kepercayaan publik. Ia juga mendorong partisipasi aktif sivitas akademika dalam menjaga nilai-nilai tersebut.
“Mekanisme pelaporan bukan sekadar alat kontrol, tetapi bagian dari budaya saling mengingatkan,” tambahnya.
Sosialisasi berlangsung di Ruang Senat Lantai 2 Kampus Tamalanrea dan dihadiri seluruh pimpinan unit kerja, sebagai bentuk komitmen bersama dalam mendukung pembangunan Zona Integritas di Unhas.





