JAKARTA, DISWAY.ID-- Semangat Kartini hari ini hidup dalam langkah sederhana seorang perempuan yang terus berjuang di segala kondisi, termasuk dalam keterbatasan.
Perempuan masa kini tidak hanya berani bermimpi, tetapi juga mengambil langkah nyata untuk mengubah hidupnya, anak, dan juga keluarganya agar menjadi lebih baik.
BACA JUGA:Kendalikan Penurunan Tanah Jakarta, Pemprov DKI Bakal Wajibkan Air Perpipaan
Kisah nyata itu diwujudkan melalui Ibu Dewi Priyanti, perempuan asal Solo yang merantau ke Jakarta demi mengubah nasib.
Memulai dari nol sebagai penjaga warung kecil, ia menjalani hari-hari dengan penuh keyakinan yang selalu ia sampaikan dalam setiap doanya.
Ditengah perjalanannya, ia bertemu dengan seorang “kakak seragam putih biru” yang ternyata datang dari Permodalan Nasional Madani (PNM), sebuah lembaga keuangan plat merah yang berfokus mensejahterakan masyarakat prasejahtera melalui usaha ultra mikro.
BACA JUGA:Pakuwon Mall Bekasi Hadirkan Promo 50 Persen Dining Cashback, Nikmati Kuliner Hemat hingga Mei 2026
Berbekal kemampuan memasak, Ibu Dewi perlahan membangun usahanya dari warung sederhana. Ia mulai menambah variasi menu, melayani pelanggan dengan sepenuh hati, dan terus belajar dari pengalaman.
Kesempatan berkembang semakin terbuka ketika ia bergabung dengan PNM Mekaar. Dari pembiayaan awal sebesar 2 juta yang kini berkembang hingga 10 juta, usahanya menunjukkan pertumbuhan yang signifikan.
Namun lebih dari itu, keberanian dan konsistensinya menjadi kunci utama dalam perjalanan tersebut.
Tak hanya fokus pada usaha, Ibu Dewi juga aktif sebagai Ketua Bank Sampah Unit (BSU) Kembangs yang membuktikan bahwa peran perempuan juga penting dalam membawa perubahan sosial.
BACA JUGA:Pelan tapi Pasti, IHSG Menguat Tipis di Penutupan Sore Ini
Ibu Dewi Priyanti mengungkapkan bahwa ia merasakan haru yang begitu dalam ketika perjalanan usahanya perlahan berkembang, terlebih saat ia dipercaya menjadi Ketua Kelompok Bank Sampah.
Baginya, bukan hanya usahanya yang bertumbuh, tetapi juga kesempatan untuk memberi manfaat bagi lingkungan dan orang lain.
Dari langkah sederhana yang dulu ia mulai, kini ia melihat bahwa perjuangannya tidak hanya bermanfaat bagi keluarga, tetapi juga membawa perubahan bagi sekitarnya.
- 1
- 2
- »





