Kementerian Perdagangan (Kemendag) menegaskan dukungannya terhadap revitalisasi pasar rakyat sebagai upaya menciptakan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat sekaligus menjadikannya pusat pertumbuhan ekonomi modern.
Dukungan tersebut diwujudkan melalui peresmian Pasar Tematik Industri Sidayu di Kabupaten Gresik, Jawa Timur pada Jumat, (10/4/2026). Pasar ini dibangun menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) Kemendag Tahun 2025 senilai Rp25,8 miliar.
Kini, pasar tersebut bertransformasi menjadi ruang ekonomi yang lebih tertata, nyaman, dan terintegrasi dengan ekosistem industri daerah.
“Kami mendukung penuh revitalisasi pasar rakyat, seperti di Pasar Sidayu untuk menghadirkan kenyamanan bagi pedagang dan konsumen. Pasar Tematik Industri Sedayu ini unik karena keberadaan bangunan cagar budaya di dalamnya sehingga bisa menjadi pasar wisata di samping menjalankan perannya sebagai pusat ekonomi. Mari kelola dan jaga pasar ini sehingga dapat berkembang menjadi pasar wisata yang besar dan menarik lebih banyak pengunjung,” kata Mendag Busan, dikutip dari siaran pers Kemendag, Senin (13/4).
Pasar Tematik Industri Sidayu dirancang untuk mampu menampung 538 pedagang. Selain infrastruktur fisik yang yang kokoh, pasar ini dilengkapi berbagai fasilitas modern, mulai dari kamera pengawas (closed-circuit television/CCTV), musala, toilet, pos keamanan dan kesehatan, pos ukur ulang, hingga Tempat Pengolahan Sampah berprinsip Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R). Dengan fasilitas yang semakin lengkap, pasar kini tidak lagi hanya berfungsi sebagai pusat niaga, melainkan telah berevolusi menjadi ruang publik yang representatif bagi masyarakat.
Revitalisasi ini juga menjadi momentum kebangkitan bagi para pedagang setelah musibah kebakaran yang melanda pasar tersebut pada 2022 silam. Pembangunan kembali pasar ini dilakukan dengan tetap memperhatikan aspek historis bangunan asli tanpa mengesampingkan tuntutan keberlanjutan dan kenyamanan perdagangan masa kini.
Mendag Busan juga menegaskan pentingnya adaptasi digital bagi pedagang pasar rakyat. Ia mendorong para pedagang untuk mulai memanfaatkan platform digital dalam bertransaksi guna memperluas jangkauan pasar.
“Kami mendorong para pedagang di pasar rakyat untuk mulai berjualan secara daring. Program ini sudah diterapkan di beberapa pasar, sehingga transaksinya tetap tinggi karena didukung pembelian daring,” tutur Mendag Busan.
Pedagang di Pasar Sidayu, Rohana, menyampaikan apresiasinya atas wajah baru pasar tersebut. “Sekarang lebih bagus dan nyaman. Saya harap, penjualan juga akan semakin ramai. Kami juga senang karena tidak dipungut biaya untuk menempati kios di sini,” ucap Rohana.
Kenyamanan serupa turut dirasakan Ifa, seorang pengunjung yang baru pertama kali menyambangi Pasar Sidayu. Ia mengaku sangat terbantu dengan fasilitas yang ada. “Sebagai seorang pendatang yang tidak tahu penempatan kios, saya terbantu dengan adanya papan petunjuk di sini. Semoga pasar ini semakin ramai, semakin berkembang, dan kebersihannya terjaga,” tutur Ifa.
Baca Juga: UMKM Naik Kelas, Mendag Pastikan Dukungan Ekspor Berkelanjutan
Baca Juga: UMKM BISA Ekspor Melesat, Produk Lokal Kian Dilirik Pasar Global
Turut hadir dalam peninjauan tersebut, yaitu Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif. Sementara itu, mendampingi Mendag Busan pada kegiatan tersebut, yaitu Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Iqbal S. Shofwan.
Bupati Fandi mengutarakan harapannya terkait Pasar Sidayu yang baru direvitalisasi ini agar bisa melampaui fungsi tradisionalnya. “Kami mendesain pasar ini dengan tujuan pasar tidak hanya menjadi pusat perekonomian, tetapi menjadi destinasi wisata,” ucap Bupati Fandi.





